Archive for  November 2014

Home / November 2014
49 Posts

Indonesia (walhasil) mempreteli keunggulan di Piala AFF 2014 usai mengalahkan Laos dengan skor telak 5-1. Kemenangan ‘Merah Putih’ hadir sehabis hadirnya sosok belia di lini tengah yg menjalankan permainan tim, Evan Dimas Darmono.test1

Sayang ini merupakan perdana dan terakhir kalinya kita siap melihat Evan Dimas beraksi di Piala AFF, karena kesudahannya Indonesia tersingkir (lagi) di fase grup. Karena di kala bersama-sama Vietnam sukses mengempaskan Filipina dgn skor 3-1 untuk merenggut puncak klasemen Grup A serta mengiringi Filipina utk maju pada semifinal.

Pada rivalitas tersebut, Evan Dimas meragam debutnya pada laga kompetitif bersama tim nasional superior dengan satu gol. Sementara empat gol lainnya dicetak Ramdani Lestaluhu (2 gol), Zulham Zamrun, & satu gol bunuh diri Ketsada Souksavanh. Laos cuma bisa mengegolkan satu gol melalui Khampeng Sayavutthi melalui titik sanksi.

Alfred Riedl menguraikan line-up-nya dalam kompetisi malam tadi (28/11). Peluang lolos yg terhitung kecil menghasilkan pelatih asal Austria itu melepaskan kesempatan bermain pada mereka yang belum diturunkan dalam dua laga sebelumnya.

Daripada sekian penuh regenerasi tokoh inti, identitas Evan Dimas, Christian Gonzales juga Ramdani Lestaluhu masuk di skedul pemain yang diturunkan sejak menit pertama. Ketiga pemain ini-lah yg lalu sebagai pembeda gaya main Indonesia dengan ketiganya jadi tokoh kunci di dalam pesta gol ke gawang Laos.

Di dalam pertengkaran itu, Indonesia benar2 makin sering menggantungkan umpan-umpan pendek ketimbang di dalam dua pertandingan perdana.

Masalah itu tampil daripada takaran umpan lambung yang cuma kira-kira 16, 3 persen atas 375 sasaran yang dilepaskan Indonesia. Persentase tersebut makin segelintir dibanding dalam duel mengelak Filipina (19, 7 persen dr 304 umpan) juga juga menentang Vietnam (31% daripada 294 umpan).

Umpan-umpan pendek itu tampak pada episode perdana (amati grafis di bawah). Sementara dalam episode ke 2 Indonesia mulai, mengandalkan serangan balik setelah kudu bermain dgn 10 pemain soalnya Supardi Nasir diusir wasit karena dianggap melakukan last man tackle.

Penurunan tingkat kejituan tersebut terkabul sebab Evan Dimas start diposisikan untuk gelandang yg mesti rajin membantu defensi selesai Supardi dikeluarkan wasit. Manahati Lestusen – yang sebelumnya mengisi kedudukan gelandang bertahan-lalu ditempatkan Riedl selaku bek kiri mengisi status yang ditinggalkan Supardi.

Kemenangan Trio Evan-Ramdani-Gonzales

Akanlah sebagai sia-sia kalau kemenangan permain Evan Dimas ini tidak dibarengi pada barisan penyerang yang mampu mengonversi umpan-umpannya sebagai gol. Akan tetapi untungnya, Gonzales serta Ramdani Lestaluhu, berjaya menggalakkan peluang jadi Indonesia bisa menciptakan banyak gol. Sejatinya Indonesia kalah peringkat usaha tembakan ke arah gawang pada duel ini.

Bertolak pada tilikan situs AFF Suzuki Cup, di perkelahian itu Laos melepaskan 31 tembakan dengan cuma sembilan yang mengarah ke gawang I Made Wirawan. Total itu kalah jauh dengan torehan Indonesia yang hanya menobatkan tujuh usaha depakan selama masa 90 menit.

Di antara penuh imigran Turki dalam Jerman, Ismail Tipi terlihat berbeda. Periode banyak di antara mereka hidup miskin di Jerman soalnya enggak sanggup menyatu dgn masyarakat — serta alhasil mengakhiri peluang buat mengembangkan diri-Tipi malahan dipercaya dalam menduduki satu kursi di Parlemen Negara Seksi Hesse.test1

Keberhasilan Sedikit datang di lapangan sepakbola.

Kejayaan Turki & Dua Alasan Membahas Jerman

Berlandaskan keterangan yang diberikan oleh situs Kementrian Luar Negeri Turki, pasal di balik banyaknya jumlah orang-orang Turki, atau pun keturunannya di semua dunia, merupakan kepentingan yang besar hendak tenaga buruh.

Perkembangan industri yang laju dalam Eropa Barat pada tahun 1960an menciptakan pemimpin Turki menyetujui perjanjian bilateral dengan Jerman perihal migrasi Gastarbeiter (pegawai tamu) di dalam tahun 1961.

Peran serta sebentuk dijalin dengan Austria, Belgia, dan Belanda di tahun 1964. Setahun setelahnya, Perancis jadi tujuan. Tidak hanya di Eropa, para buruh Turki yang mayoritas berlabuh dr kota-kota kecil start berpindah tempat pada Australia dalam 1967.

Mulai tahun 1974, permintaan dari Eropa Barat start berkurang jadi haluan migrasi orang-orang Turki start berpindah ke Afrika Utara, Timur Tengah, juga negara-negara semenanjung.

Tapi satu buah kekhilafan besar apabila berpendapat kalau migrasi buruh yaitu satu-satunya faktor dibalik diaspora Turki di semesta dunia. Jauh sebelum gerakan migrasi karyawan berlangsung, orang-orang Turki memang udah tersebar di Eropa, Afrika, serta Eropa; tepatnya di daerah-daerah ketentuan Kesultanan Utsmaniyah.

Kesultanan Utsmaniyah demikian agung, sampai-sampai adipati terakhir daripada Kerajaan Bizantium (yg ditaklukkan sama Kesultanan Utsmaniyah) aja bertutur, “Lebih baik menengok 1 buah kota ada di bawah kekuasaan turban Turki ketimbang mahkota Barat. ”

Dua periode penyebaran orang-orang Turki ini membagi persebaran diaspora Turki menjadi 2: diaspora Turki era Kesultanan Utsmaniyah serta diaspora Turki modern. Terlepas dari waktu serta sebab penyebarannya, orang-orang Turki telah tersebar di sekujur dunia. Bahkan pada Jerman.

Terdapat alasan mengapa untuk tulisan ini cuma bakal mempercakapkan orang-orang Turki pada Jerman.

Mula-mula, Jerman yakni negara dengan jumlah orang Turki terbesar pada luar Turki; situs Seksi Tenaga Kerja serta Jaminan Sosial Turki menyuarakan bahwa terselip 1. 629. 480 warga negara Turki dalam Jerman (sesudah Jerman tersedia Prancis, dengan nominal warga negeri Turki sebanyak 459. 611 saja).

Ke-2, orang-orang Turki yakni etnis minoritas dengan nominal paling banyak dalam Jerman.

Ke 3, & itu yang paling memikat, yakni karena ada “penampilan” tersendiri yang berhasil dicapai oleh orang-orang Turki pada Jerman. Masalah itu membuat mereka jadi bagian gak terpisahkan dari masyarakat Jerman; keluarga yg kepergiannya akan diratapi pada negeri.

Getaran migrasi modern diaspora Turki pada Jerman di awalnya betul-betul cuma sebagai Gastarbeiter. Mereka datang untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan ringan yang nggak menunggu besar kemahiran khusus. Namanya juga pekerja tamu. Pada waktunya, mereka diharuskan meninggalkan Jerman juga balik ke negeri asal.

Berpuluh-puluh tahun udah berlalu sejak kerjasama bilateral antara Turki & Jerman mengenai migrasi buruh berakhir. Seharusnya tak tersedia lagi orang-orang Turki pada Jerman. Hanya saja dalam praktiknya orang2 Turki dalam Jerman jumlahnya malah bertambah tidak sedikit aja.

Kala ini telah banyak orang-orang Turki yg mampu tumbuh mandiri untuk wirausahawan di Jerman. Menurut keterangan yg diambil atas situs Departemen Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Turki, ada 70 ribu manusia Turki yg mencari penghidupan lewat jalan itu. Mereka yang memilih utk hidup berwirausaha sukses mengembangkan tempat pekerjaan bagi ratusan ribu manusia atas berbagai ras & latar belakang.

Sebelum matchday kelima Liga Champions itu, nggak terdapat yg makin memprihatinkan untuk Manchester City ketimbang imaji kekalahan terlepas pada fase 16 gede.test1

2 jam sebelum kick-off duel mengelak si penganjur klasemen yg udah memastikan terlepas terlebih dahulu, Bayern Munich, kekhawatiran tersebut tambah menguat pasal jauh di sesi timur Eropa, AS Roma datang ke kandang CSKA Moskow dalam Rusia.

City sebagai juru kunci dengan dua angka, sementara Roma juga CSKA ada di atas mereka dengan sama-sama telah mengambil 4 poin. Oleh karena itu tak tersedia yg semakin City harapkan ketimbang kompetisi Roma mengelakkan CSKA itu usai dgn perolehan draw utk menjaga kesempatan mereka lolos dengan matematis.

Betul aja, gol injury time daripada CSKA mampu “menyelamatkan” ke 3 tim ini dalam Grup E buat sama-sama tetap melestarikan peluang terlepas. Paling utama guna City, sebab sudahnya Sergio Aguero oleh kawan-kawan dapat melakukan kick-off dengan hati yang tenang.

Cahaya terang bertambah besinar tatkala Mehdi Benatia dikartu merah dan mengakibatkan wasit menunjuk titik putih yg lalu dikonversi Aguero. Tetapi, sinar itu memudar & perlahan memerankan mimpi buruk tatkala Bayern berhasil membalikkan posisi jadi 2-1, sementara itu mereka cuma mempunyai 10 pemain dalam atas lapangan.

Beruntung untuk City Sergio Aguero sukses mencipta hat-trick dan salah satunya juga termasuk gol dalam injury time. City akhirnya menjunjung harapan mereka bagi terlepas ke 16 gede dgn kemenangan 3-2 atas Bayern.

Gimana kompetisi itu melintas begitu dramatisnya?

Kedua Skuad Tidak Siap Menurunkan Susunan Pemain Terkuat

City nggak pernah menang di enam duel terakhir dalam Liga Champions. Kemenangan terakhir mereka hadir pada tahun 2011 tempo menggulung Bayern di Etihad Stadium dengan skor 2-0 melalui gol atas David Silva & Yaya Toure.

Tapi, 2 nama tersebut nggak diturunkan semalam. David Silva sedang masa pemulihan cedera selama Toure absen soalnya kompensasi larangan bermain dampak ia “menoyor” kepala Roman Eremenko dalam matchday ke-4 tatkala City berjumpa CSKA.

Pellegrini menurunkan duet Fernando serta Frank Lampard di lini tengah yang menggantikan duet jagoan Toure & Fernandinho – pemain Negeri brazil ini pula harus absen dampak larangan bertanding. Pellegrini pula menyandarkan Jesus Navas buat mengoper Silva.

Pada kubu club tamu, Bayern memiliki suntikan stamina trendi daripada Bastian Schweinsteiger mereguk pertarungan pertama setelah final Piala Dunia 2014. Hanya saja, ia masih diistirahatkan sama Pep Guardiola serta baru dimainkan di menit ke-81.

Bayern sendiri telah memastikan diri terlepas. Dgn memilikinya badai cedera, gak heran seandainya skuat Bayern semalam tidak yakni regu terkuat mereka.

Susunan pemain Manchester City dan Bayern Munich (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

Pertunjukkan yang Nggak Biasa dari Bayern: Blunder demi Blunder

Sebenarnya Bayern makin layak pulang ke Bayern dengan impak seri. Bahkan setelah mereka bermain dgn 10 pemain, team tamu usul Jerman ini “kukuh” bertahan dengan garis tinggi.

Masalah ini ditunjukkan dgn grafik operan dr semenjak kartu warna merah datang akhir putaran pertama, antara lain justru Bayern mengerjakan semakin besar operan daripada City.

Sepakbola tidak lagi setimpal tontonan serta aksi dalam lapangan hijau. Lebih daripada tersebut, sepakbola seringkali jadi pencerahan. Sepakbola mengantarkan aku di sebuah negeri baru, Vietnam. Piala AFF 2014 yg sebagai pijakannya.test1

Bisa menuntun perlawanan pasukan nasional Indonesia secara langsung dalam negeri tetangga yaitu 1 buah kehormatan. Dr sana pulalah terhampar kesempatan buat merentangkan wawasan. Pada negeri orang, kita siap tahu secara langsung situasi sosial, memahaminya, lantas menjadikannya tolok ukur terhadap tanah air kita.

Karena hadir dengan tumpuan sepakbola, oleh karena itu sudah sepatutnya unsur pertama yang perlu dijalani adalah tahu dengan bingkai sepakbola. & penilaian pertama yg muncul kepada Vietnam adalah warganya yang seolah gak acuh dgn perjamuan bola Asia Tenggara ini.

Sehari pra pertengkaran antara Vietnam kontra Indonesia beredar, survey kecil-kecilan mengepit saya pada perolehan yang lumayan mengherankan. Lima dr lima orang Vietnam menerangkan tak terlalu acuh dgn timnasnya.

Apalagi gaungnya juga tak terlalu terasa di media-media lokal. Hal yang tepat begitu berbeda dengan di Indonesia.

Pada Indonesia, tak pernah ada ampun untuk sepakbola. Serupa penggemar, kita tampaknya tetap berlomba-lomba mengasah kegilaan. Terlepas atas ikatan rasa nasionalisme dalam negara, diakui ataupun enggak, terdapat darah panas yg meletup-letup di beberapa masyarakat kita kalau bicara pertunjukkan itu. Sementara media berlaga keganasan mengeksploitasi di setiap sisi.

Atas suporter, terus-menerus terdapat kisah-kisah heroik mereka yg merempuh perjalanan jauh guna mendukung timnya, pada modal seperlunya serta kenekatan yang sebesar-besarnya. Nonton bareng di mana-mana, penjual seragam diburu ke semua penjuru. Yang paling berasa ialah selamanya terdapat optimisme walaupun tim nasional Indonesia tidak sanggup bicara banyak dalam level internasional selama kurun beberapa dekade terakhir.

Di Vietnam, kesukaan setara ini bisa dibilang tak terasa. Faktanya, betul2 tidak terlihat terselip usaha membikin atmosfer ke arah sana. Menyambut pertarungan perdana timnasnya, sejumlah media Vietnam apalagi gak secara mendalam mengupas timnya, meributkan calon-calon lawan, maupun menonjolkan kuantitas berita urusan turnamen ini. Beberapa sekadar memberikan sambutan kecil, terutama tersedia yg justru bertingkah cenderung sarkastis dengan mengangkat tema penyelarasan skor juga pertaruhan yang memang tengah ramai di sepakbola Vietnam serta mengaitkannya dengan Piala AFF.

Tapi di dalam prosesnya, fakta-fakta itu segelintir gugur dgn sendirinya periode hari laga sampai. Vietnam ternyata memang bergelora dengan sepakbola. My Dinh Stadium mulanya benar-benar terlihat sepi, terutama sampai dengan setengah jam sebelum perjuangan. Namun perlahan-lahan penuh kendatipun beberapa kawasan masih kosong.

Sepanjang rivalitas mereka tak henti-henti mengumumkan yel-yel. Di dalam satu detik mereka rukun beramai-ramai menyalakan ponsel & mengangkatnya ke udara, mengatur satu buah tinjauan yg menakjubkan.

Menariknya, sekalipun menyibakkan fanatisme sedemikian rupa di stadion, pendukung Vietnam pula betul-betul tahu cara memperlakukan lawannya. Misal, tatkala lagu Indonesia Raya hendak dikumandangkan, mereka menyambutnya dengan tepuk tangan dan tempo lagu diputar mereka benar2 mengeloskan ruang guna Indonesia. Tidak terdapat siulan, “huu”, atau tindakan-tindakan lain yg sifatnya melecehkan. Begitupun momen lagu selesai, dgn penuh respek mereka bertepuk tangan. Beberapa aksi positif lain pula ditunjukkan para suporter Vietnam. Sebagaimana momen sang kiper melaksanakan blunder yg menghentikan keunggulan pada menit ke-84. Sempat terlihat rasa kaget, namun mereka segera bertepuk tangan untuk menyemangati si pemain.

Piala AFF 2014 segera menggelinding. Siap atau pun tak bukan lagi kesukaan sebab pertentangan sudah di depan mata. Pernyataan Alfred Riedl kalau tim yang dia asuh melakoni masa rencana yang amat buruk tidak relevan lagi utk dibahas. Gak ada waktu bagi mengeluh karena, toh, rencana skuad itu setidaknya jauh kian elok ketimbang kesebelasan AFF 2012 sebelumnya.test1

Turnamen terbesar antarnegara Asia Tenggara itu sayangnya kadang tdk supel buat Indonesia. Tim Garuda sampai hari ini belum sekali kendati mencicipi gelar juara. Kita tertinggal dr Thailand, Singapura, Malaysia serta Vietnam di medan bergengsi ini. Kita benar2 terbaik, tapi terbaik pada pengumpul status runner-up, sama banyaknya 4 kesempatan.

Bagi Piala AFF 2014, Indonesia makin diuntungkan sama undian pengelompokan ronde grup. Tergabung dalam grup A bersama Vietnam, Filipina, & Laos menciptakan target bagi minimal berada dalam rangking ke 2 atau pun lolos di semifinal terbuka. Caranya dengan menjarah poin pada perkelahian pembuka menggulung Vietnam juga menginjak-injak dua nama terakhir.

Riedl juga realistis mengenai timnya dgn melepaskan kredit pribadi terhadap tuan rumah Vietnam. Menurutnya pasukan yang sempat mengambil juara itu merupakan yang terkuat di grupnya. Masalahnya yakni Vietnam kudu mereka hadapi dalam kompetisi pembuka bermodalkan rencana yang mendesak.

Padatnya jadwal Liga Indonesia membuat seluruh penggawa skuad baru bergabung secara lengkap dua minggu terakhir. Di dalam fase tersebut sang arsitek juga tengah kudu sibuk melakukan opsi tokoh. Bermodalkan dua uji coba mengelak Timor Leste serta Suriah, Riedl mengerucutkan 35 nama sebagai 22 + 1 kiper cadangan sesuai dgn aturan total pemain.

Walaupun penuh berbuat bongkar pasang pemain soalnya seleksi tadi, tapi gambaran 11 tokoh terbaik yg menjadi kesebelasan utama sudah mulai tampak. Pertarungan ketat hanya terjadi dalam lini tengah, Riedl memiliki besar stok pemain dengan gaya tidak sama paling utama di unit area dua poros ganda. Pernyataan siapa yg tampil pada pos ini hendak ditentukan taktik apa pun yg diterapkan sama Riedl.

Gaya Main Vietnam

Vietnam mengantongi gerakan main yg meledak-ledak dengan mengandalkan ketangkasan. Hampir sama dgn gerakan team U-19 mereka. Segala pemain hendak rajin merenggut bola secepatnya mungkin jika ofensif tidak berhasil utk kemudian kembali mengerjakan ofensif balik gesit. Tontonan seperti ini sanggup saja kritis bila Indonesia tidak berhasil melaksanakan ramalan ataupun terutama ikut padu dengan gaya ini.

Ketika menundukkan Malaysia dgn skor 3-1 di ujicoba terakhir, Vietnam sesungguhnya tertinggal semakin dahulu. Lini pertahanan “Si Merah” bukan tembok masif yang sukar ditembus. Malaysia pula mampu menggondol penuh kesempatan walaupun tampil tandang. Transisi dr menyerang ke bertahan pula tdk melintas dgn bagus. Satu keuntungan mereka ialah bisa menyusun produk atas belakang & cakap bagi melakukan penguasaan bola.

Garis pertahanan tinggi yg diterapkan sang pemandu Toshiya Miura pada upaya melaksanakan pressing lawan juga dapat dimanfaatkan. Persis semacam yang dikerjakan sama Palestina saat melakoni uji coba awal November silam. Sejumlah kesempatan termasuk dua daripada 3 gol (skor 1-3) yg disarangkan terkabul dengan perantara bola panjang memanfaatkan kebolehan offside yang tidak berhasil.

Tetapi guna barisan lini serang Vietnam benar-benar berbeda, sebab bergerak semakin lepas dan cenderung runyam utk ditebak. Satu saja kekhilafan terutama dalam menyembunyikan zona pertahanan sayap sanggup menjadi tragedi.

Cara kerja sayap Vietnam yang terus menerus memengaruhi lari itu menghasilkan Miura mesti mengorbankan ke 2 fullback. Sebab bila memaksa 90 menit untuk bolak-balik menubruk sekalian bersitegang akan memproduksi tenaga terkuras habis. Utk itu mereka makin sering menambatkan empat bek dalam belakang berdasarkan sejajar walau selagi menerobos.

Liga sepakbola pada Myanmar mulai mengisyaratkan perbaikan dalam beberapa tahun belakangan. Tak heran apabila pasukan nasional U-19 mereka belakangan mencuat atau nantinya klub senior tampil bagus tatkala Piala AFF 2014. Laga sepakbola di ‘Negeri Tanah Emas’ ini sebenarnya sedang berkemas-kemas.test1

Tahun 1996 terekam menjadi awal dimulainya liga sepakbola dalam Myanmar. Namanya Myanmar Premier League (MPL). Liga itu berjalan sepanjang 13 tahun sampai dengan lalu kemudian habis di tahun 2009.

Menimbang keadaan politik Myanmar tatkala tersebut, sebab itu klub-klub kontestan liga pun pula tak tim sembrono. Mulai tahun 1962 sampai 2011, Myanmar terselip dalam pasungan penguasa yg otoriter. Yg amat parah merupakan junta militer dari 1997 sampai 2011. Mempertimbangkan situasi itu, sebagian besar berkandang pada Yangon –ibukota Myanmar sebelum transmigrasi ke Nay Pyi Taw, & adalah milik kementerian pemerintah juga hanya beberapa tim swasta.

Dalam masa waktu itu, klub nasional Myanmar kendati seakan sukar berprestasi. Mereka tidak pernah mengambil piala, lebih dari itu di ajang regional Asia Tenggara. Rengkuhan terhebat Myanmar hanyalah memerankan semifinalis Piala AFF di tahun 2004.

Myanmar National League Tampil Era Segar

Setelah MPL, terdapat liga trendi di Myanmar. Liga mengakar ke era kompeten dengan nama Myanmar National League (MNL). Ketika tersebut, tahun 2009, memerankan musim pertamanya.

Di gelaran pertamanya, MNL diikuti pada delapan club trendi. Skuad tersebut termasuk skuad swasta yg muncul sinkron dgn bergulirnya musim pertama kasta tertinggi sepakbola negeri yg terkenal dgn batu gioknya ini.

Sejauh enam musim MNL berjalan, 2 club jadi penguasa: Yangon United dan juga Yadanarbon FC. Dua-duanya sama-sama tiga kesempatan sukses memerankan juara MNL.

Detik gelaran Piala Asia U-19 dalam Myanmar pada bulan Oktober silam, detikSport memiliki kesempatan untuk menengok salah kandang Yangon United. Kebetulan, pasukan nasional Indonesia U-19 berlatih dalam kandang Yangon United, Yangon United Sports Complex.

Jangan bayangkan area Yangon United tersebut adalah stadion megah. Jika Anda pernah hadir pada stadion Surajaya, Lamongan, kandang Persela Lamongan yg bertenaga 15. 000 orang2 ini jauh bertambah besar. Kapasitas Yangon United Sports Complex hanya 3. 500 orang.

Lokasi tempat Yangon United bersinggungan, disewakan untuk biasa begitu sedang tak dikenakan. Sekitar orang2 ekspatriat bersama warga Myanmar tampak mencari keringat dengan tampil sepakbola. “Kami benar2 biasa menyewa dan bermain di sini, ” ucap salah seorang ekspatriat dari industri telekomunikasi yg sedang membentuk jaringan di Yangon.

Tak cuma tersebut, toko merchandise pun juga ada. Ukurannya tak besar betul-betul, cuma sekitar 6×6 meter. Namun, barang yg dijajakan memang lumayan lengkap. Atas jersey, celana team, kaos kaki, mug, hingga gantungan kunci.

Sponsor kendati juga gak ketinggalan. 1 buah perusaahan apparel daripada Thailand, Grand Sport, & juga Asia Green Development Bank (AGD), setia jadi pengasuh sejak pasukan ini berdiri tahun 2009 ini.

1 reputasi juga diberikan sama setiap warga Yangon kala tersedia seseorang yg memakai jersey resmi klub. “Jersey resmi Yangon United. Bagus-bagus, ” ucap salah seorang yang memandang detikSport mengenakan jesey Yangon United di salahsatu jalan di sekitar Sule Menara.

Lazim apabila klub-klub pada Myanmar kudu kreatif untuk mencari dana untuk dapat hidup. Omongan dgn seorang sopir taksi, Aung San, sanggup menjawab perbincangan tersebut.

“Di Myanmar, kami gak siap berutang, tak ada yang namanya pinjaman. Semata harus dibayar dengan uang tunai. Kartu kredit juga gak diizinkan oleh pemerintah, ” ujar pria yang sempat merantau pada Malaysia ini.

Dalam paham Arsene Wenger, kita perlu melihatnya dgn sudut seorang sopir taksi. Cara menyetirnya tidak yang terbaik & sering salah di dalam menjemput dekrit. Pengetahuan urusan jarak jalan pun enggak mutakhir sampai-sampai acap kali ia harus bertanya terlebih dulu “Mau lewat mana? ” kepada penumpang yg malangnya pula berserah dibawa ke mana-mana.test1

Ada kalanya kebiasaan mengemudinya pun sering mencelakakan penumpang sebab lupa kapan mesti menginjak rem. Yang ia tahu cuma mengobarkan pedal gas. Dalam menyingkir hal-hal yg nggak diinginkan, sopir taksi yang bijak kudu tahu gimana tips memilih2x penumpang. Ia kerap lalai mengerjakan itu serta berakibat dalam penumpang yang kabur turun di jalan pra membayar argo perjalanan.

Namun demikian Wenger ialah pekerja keras dan, walaupun dengan seluruh kemalangan yg tak pernah menyingsing menyertainya, di setiap hari ia terus-menerus berjaya mengasi setoran. Tanggung jawab yang diberikan kepadanya tidak sempat gagal ia emban. Kubu manajemen taksi tidak terlalu ambil pusing soal protes serta komplain yang disampaikan karena tips mengemudi Wenger yang tak lagi relevan dalam masa sekarang. Selama masa nominal bayaran terkabul, mereka tidak mempermasalahkan bagaimana kompetensi sopir mereka di jalan.

Taksi lokasi Wenger bekerja tidak pernah mengoperasikan sasaran menjagoi penghargaan perusahaan taksi terhebat. Mereka cuma hirau di dalam cashflow and balance yang akan terus ada pada pemastian stabil selama masa segalanya yg diminta selamanya mampu diberikan.

Bakal super runyam guna menyatakan kalau segalanya yang diminta sama Arsenal di setiap musimnya kian dari setimbal merembes pada Liga Champions. Soalnya bahwa tidak, Wenger telah didepak daripada jauh-jauh hari. Apa boleh buat, standar yg ditetapkan untuk Arsenal hanya begitu juga Wenger nggak pernah tidak berhasil merasuk ke Eropa.

Lupakan The Professor, sebab Arsene Wenger adalah The Chauffeur.

Tadinya saya mau merangkaikan Wenger merupakan The Taxi Driver, tapi aku resah Robert De Niro hendak tersinggung. Tidak bagaikan Wenger, Travis Bickle gak puas dgn mediokritas.

Selaku film blockbuster tahun ini, Interstellar hampir tidak punya motif antagonis selain Dr. Mann yang diperankan oleh Matt Damon. Tatkala Cooper serta Amelia selagi bergaduh garang ke planet mana mereka akan menjinjing Endurance bagi muncul selanjutnya, Cooper beralasan jika Planet Mann merupakan teritori yg harus mereka tuju karena menurunkan isyarat kabar yg makin menjanjikan dibanding dgn Planet Edmunds, teritori alternatif Amelia

Mereka berdua pun mengangkat Endurance ke Satelit Mann hanya buat menemukan bahwa selama masa ini Dr. Mann menyalurkan data palsu juga peluang kosong tentang masa depan umat manusia, semata semoga dirinya siap terselamatkan.

Belum siap disebutkan jika laporan yang diterima Manchester United sejauh ini merupakan petunjuk palsu, tapi mereka sudah hampir separuh musim ada pada Planet Louis & mineral pembentuk prestasi yg tadinya mereka pikir bakal dikasih oleh Van Gaal belum juga tampil.

Setara diantaranya Cooper dan Amelia yg berhajat jika mereka hendak medapati satelit baru yg sederajat dgn bumi utk ditinggali, United juga tadinya mengira kalau itu telah memiliki seseorang yg akan menurunkan sesuatu yang identik pada era Sir Alex Ferguson. Apa boleh buat, ekspektasi merupakan pangkal dari kekecewaan. Nggak sedikit fans United yg mengira kalau The Red Devils akan seketika kembali memerankan kader juara Premier League. Namun, yg berlangsung, secara statistik terlebih saat ini Louis van Gaal tidak semakin baik dari David Moyes musim dahulu.

Jalan paling panjang yg mampu ditempuh seseorang dapat jadi bukanlah jalan kembali pergi ke rumah yg dirindukan atau pun jalan menumpu mimpi yang diidam-idamkan. Sanggup menjadi jalan guna mengedit nama atas jejuluk jelek lebih panjang dan melelahkan.test1

Mulanya, David Moyes adalah pelatih yang agak bagus. Tak luar biasa, namun demikian rada rupawan. Moyes dapat terlaksana belum sempat memiliki trofi satu pun, tapi 11 tahun menangani Everton merupakan catatan yg lumayan. Terdapat penilaian bahwa Moyes dapat mengayomi kesetimbangan suatu skuad, kendati pun itu hanya berkiprah di kediaman tengah selama masa lebih dari satu dekade.

Kestabilan itu jugalah yang jadi alasan Manchester United menunjuknya jadi manajer trendi pada 2013. Terbiasa ditangani 1 manajer selama masa lebih dr dua dekade memproduksi United melepaskan Moyes kontrak enam tahun. Mereka berharap Moyes sanggup membikin satu skuad baru lewat satu buah proses. Tetapi, begitu sederet kinerja kurang mengamankan didapat oleh United, tidak ada lagi yang namanya reaksi.

Dampak di tempat mampu jadi sedikit ditolerir misal aja pertunjukan United menjanjikan. Hanya saja, telah mendapatkan kinerja kurang menuntungkan, suguhan United dalam tangan Moyes pula terbilang monoton. Alih-alih jadi skuad yg main menyerang, United malah terlaksana skuad yang tampil rigid bin berhati-hati.

Dari enam tahun kontrak yang diterimanya, Moyes hanya bisa menyebrangi 10 bulan di antaranya. Kepastian United tidak berhasil menanjak pada Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit cerah Miami, Moyes tampil dgn setelan santai. Dia sedang merenung duel silaturahmi Inggris vs Ekuador tatkala itu & muncul tampak baik-baik aja buatnya.

Ketika dia didepak daripada United 2 bulan sebelumnya, Moyes serta-merta memutuskan bagi hilang menjauh. Dia menuntun si istri, Pamela, berangkat berlibur jauh ke selatan sampai dengan di Florida guna menikmati suasana tepi laut. Sewaktu-waktu, dia pula terlihat bermain golf dengan kolega-koleganya. Moyes seolah-olah merasakan kehidupan tenang, jauh dr ingar-bingar tindasan sepanjang 10 bulan sebelumnya.

Kalau Everton sepeninggal dirinya sekiranya memerankan kian baik dan pendukung United rela-rela aja dia menghindar, menghasilkan Moyes jadi sedikit terbengkalai. Jikapun diingat, dia hendak kian diidentikkan di dalam kegagalan United ketimbang di dalam masa 11 tahunnya di Everton. Karena nilai setitik di club besar, rusaklah susu sebelanga. Moyes meraih stigma negatif oleh jejuluk “manajer buruk” yang mau tidak mau kudu dia hilangkan.

Masa di mana Moyes tidak bekerja tersebut tak ubahnya segmen seorang samurai yg baru dipecat tuannya. Di keadaan tdk bertuan laksana itu, sang samurai gak bertuan (ronin) kemudaratan tujuan –dalam masalah tersebut melayani tuannya– dan, di kelanjutannya, maksud daripada hidupnya.

Diceritakan bagaimana ke-47 orang2 samurai kehilangan tumpuan tempo si tuan dibunuh. Tujuan mereka selanjutnya, di akhirnya, ialah membalas dendam sang tuan. Periode dendam ini terbayarkan, juga artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi kesudahannya sama-sama melaksanakan seppuku.

Dalam cerpen Rashomon yg ditulis sama Ryunosuke Akutagawa, diceritakan gimana seorang Genin (diterjemahkan ke di dalam bahasa Indonesia sebagai Samurai Kelas Bawah) gelisah tidak kepalang. Tak apa-apa, dia baru aja dipecat oleh tuannya sejumlah hari sebelumnya.

Alih-alih panik, Genin tadinya menyeleksi berteduh di bawah gerbang sebuah kuil seraya termenung mengamati memperhatikan. Sambil mengopek-ngopek jerawat dalam mesiu kanannya, si Genin duduk sabar & mengheningkan apa cara nasibnya esok hari. Alternatif di benaknya semata-mata terselip satu: diam dan lalu mati kelaparan.

Masih ingat surat tempelan yang kerap dibawa fan saingan saat Manchester United bertanding musim dahulu? Dengan foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, tersebut sama sekali bukan sanjungan bakal eks manajer Everton ini.test1

“Football genius” nama lain jenius sepakbola yg dilekatkan pada Moyes semakin merupakan sindiran akibat hasil-hasil jelek yang diperoleh United sepeninggal Gaib Alex Ferguson. Bobroknya raihan Red Devils dalam bawah asuhan Moyes pada musim 2013/14 serta-merta aja ditimpakan di dalam pria Skotlandia itu.

Musim ini, terselip 1 orang yg berpotensi dilabeli sebutan itu. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds kala ini sedang menderita pada liga & juga Liga Champion. Dr total 13 perjuangan pada dua ajang ini, Steven Gerrard udah menanggung 7 kekalahan juga dua kali sama mata.

Kinerja itu memantul 180 derajat atas pencapaian musim lalu pada mana Liverpool nyaris merebut Premier League pra finis di status runner-up. Sedangkan Rodgers merampungkan dana sebesar 130 juta pound lebih pada bursa transfer. Duit sejumlah ini berubah rupa untuk wujud sembilan tokoh trendi Liverpool, dgn satu di antaranya dipinjamkan balik di club asal.

Merampungkan uang besar & terseok-seok pada papan klasemen, Rodgers refleks jadi bakal olok-olok. Karenanya musim sebelumnya mulutnya sempat nyinyir berbicara Tottenham Hotspur yang menguras lebih daripada 100 juta pound tapi susah payah memperoleh tiket ke Europa League.

“Dgn gaji belanja lebih daripada 100 juta pound, sebuah pasukan sewajarnya bertempur dalam jalur perselisihan juara, ” demikian omongan Rodgers akan halnya Spurs saat itu. Kata-kata yg waktu ini melenting kepadanya.

Minggu kedua saja Liverpool telah menobatkan kegagalan. Akan tetapi lawan yg dihadapi momen itu, Manchester City, yaitu juara bertahan plus diperkuat pemain-pemain mahal, maka itu kegagalan pada Etihad Stadium dapat dimaklumi. Namun demikian Aston Villa, West Ham United serta terakhir Newcastle United siap menggulung The Reds, makin nyata tampak jika Rodgers menghadapi masalah.

Blunder Transfer

Orang-orang dengan mudah melekatkan melorotnya prestasi Liverpool musim ini dengan penjualan Luis Suarez. Tak kebetulan pula kalau menterengnya penampilan Liverpool musim lalu didominasi oleh kiprah El Pistolero. Torehan 31 gol tambah sederet assist & kenang-kenangan penalti yang dikarenakan oleh akselerasinya menolong Liverpool membuat 101 gol musim sebelumnya.

Hengkangnya Suarez pada Barcelona mempunyai arti Liverpool kekeringan tokoh yang berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim sebelumnya. Tapi menjalin melorotnya kekuatan Liverpool musim ini semata-mata pada berhentinya Suarez tentu saja terlalu mengentengkan masalah. Persoalannya makin daripada tersebut

Ya, penjualan Suarez ialah kehilangan besar beri Liverpool. Tetapi Suarez menghasilkan kas pasukan terisi dana segar sebesar 70 juta pound yg mampu diterapkan Rodgers guna memperkuat regu. Disisipkan penggawa lama dan sejumlah tokoh muda yang dijual murah, Rodgers punya dukungan dana banyak sekali untuk borong tokoh pada perniagaan transfer.

Di sinilah posisi blunder mula-mula Rodgers pada musim 2014/15. Momen berbelanja pada musim panas lalu, Rodgers kian menegaskan di dalam stok pemain demi intensitas skuat ketimbang menahan hilangnya Suarez. Sungguh membingungkan begitu bursa transfer sudah hampir selesai, tak terdapat satu striker top kendati yang didatangkan ke Anfield. Hingga dengan sudahnya Mario Balotelli singgah

Piala AFF sesungguhnya lahir dalam masa yg tidak demi menyenangkan. Tidak lambat sesudah kelahirannya, stagnasi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke seluruh negara, termasuk Asia Tenggara. Belum lagi kemelut politik yg menempuh sejumlah negara, turut mengganggu kesinambungan duel tertinggi pada Asia Tenggara ini.test1

Faktanya, usikan tersebut tidak berpengaruh banyak. Piala AFF-lah yang lantas menjadi tonggak berkembang bersama meratanya kualitas sepakbola pada Asia Tenggara.

Tatkala pertama kali muncul, Thailand serta Singapura tampak kuat. Mereka berputar menarik status puncak. Di awal penyelenggaraannya, terjumpa jurang mutu yang benar-benar lebar antar negeri. Konsistensi sepakbola detik itu sedang ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, & Indonesia. Sementara itu, negeri diantaranya Filipina & Brunei Darussalam tetap sering menjadi bulan-bulanan musuh.

Perlahan negeri-negeri dalam Asia Tenggara mulai melakukan penyesuaian. Tersembunyi peningkatan kualitas dengan variasi cara, mulai dr naturalisasi tokoh sampai penerapan kompetisi berjenjang yang dikelola secara serius. Kini, lawan telah menduga Filipina juga Myanmar selaku bakal juara.

Piala AFF digelar 2 tahun sekali. Ini yang memproduksi pembinaan pada negara-negara Asia Tenggara seolah tidak sempat berhenti. Tahun ini berlatih, tahun depan bertumbuk biar mimpi sanggup kunjung diraih.

Sepakbola ibarat magnet yang meraup upaya terhadap faktor pada luar sepakbola. Maka, sebagai juara di ajang tertinggi se-Asia Tenggara secara otomatis akan menetapkan citra negeri.

Dengan status setaraf laga tertinggi, Aliansi Sepakbola Asia Tenggara, AFF, pun menghasilkan regulasi baru. Khusus di dalam cabang olahraga sepakbola dalam SEA Games, setiap negara cuma boleh mengimbuhkan pemain dengan usia di kolong 23 tahun. Sistem ini setanding dgn apa yang diterapkan di Olimpiade dan Asian Games.

Tatanan itu memiliki dampak substansial buat negara yg betul-betul mengerjakan pembinaan usia dini. Tiap-tiap tokoh muda diuji pada SEA Games. Peran Sea Games sebagai krusial sejajar ujian pertama sekalian medan menumbuhkan pengetahuan berlomba tokoh muda dalam level internasional. Tumpuan walhasil wajar aja bermuara di Piala AFF. Kinerja tinggi di dalam peringkat ini memproduksi mimpi gak lagi setara ilusi, namun merealisasikannya hingga benar-benar terjadi.

Urusan gapaian performa dan format kompetisi, Piala AFF sanggup dibagi pada dalam dua era. Uniknya, era tersebut terdapat sangkut pautnya dengan sponsor yg punya wewenang penerapan nama resmi pertarungan.

Piala AFF lahir di dalam 1996 dgn identitas “Piala Tiger” atau “Tiger Cup”. Hal ini gak beda sebab sponsor duel tersebut adalah produser bir bermerek “Tiger” asal Singapura. Saat tersebut, kiblat sepakbola di Asia Tenggara sedang bergelut di Thailand serta Singapura. Thailand dikenal mempunyai potensi tokoh berbakat, sementara Singapura demikian benar-benar mengundang hawa sepakbola.

Negri lain ibarat Indonesia, begitu berhajat utk meraih gelar internasionalnya. Dalam level senior, tim nasional Indonesia terakhir kali juara dalam SEA Games 1991 yg dihelat di Jakarta. Karena SEA Games tidak lagi menjadi pertandingan terkenal, oleh karena itu seluruh kegiatan sepakbola terfokus di Piala AFF dan Piala Asia.

Tersedia satu optimisme saat ini tatkala PSSI mencair persaingan Perserikatan juga Galatama pada 1994. Penyatuan ini mengikat kesebelasan – kru yg dengan konvensional kuat berdasar pada prestasi oleh cerita, dengan team terlatih yang tdk dibiayai APBD. Iklim profesional kendati sedari berasa pada Liga Indonesia kala ini.

Selain tersebut, PSSI meraup acara jangka lama dengan mentransfer benih muda ke luar negeri guna menimba ilmu. Betul2, gak segenap sukses, akan tetapi beberapa di antara mereka jadi kunci timnas Indonesia di Piala AFF tahun 2000 juga 2002.