Archive for  November 2014

Home / November 2014
49 Posts

Prancis mengontrol Swedia dalam duel friendly dalam Stade Velodrome. Namun tetapi berkat penampilan oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu hingga dengan menit ke-84 bagi memastikan kemenangan 1-0 lewat gol daripada Raphael Varane.test1

Menjamu Swedia, Rabu (19/11/2014) dinihari WIB, Prancis membuat kesempatan tatkala perjuangan mendatangi menit ke-11 melalui operan dari Paul Pogba yang disambut sepak Layvin Kurzawa, meski bola belum jelas di incaran. Enam menit sesudah tersebut tembakan Pogba juga tetap melayang dr gawang Swedia.

Prancis mendapat kesempatan emas untuk unggul pada menit ke-36 begitu Andre-Pierre Gignac melepaskan operan ke arah Antoine Griezmann di kotak hukuman Albania. Tetapi perundingan akhir kurang sip dari Griezmann memproduksi kiper Andrea Isaksson tengah bisa mengendalikan bola.

Dua menit sehabis tersebut Swedia kembali dapat bernafas lega selesai gempuran Prancis balik tak berdampak gol. Datang dr umpan silang Dimitri Payet yang tidak berhasil diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth dan kemudian coba mengusik bola meski si kulit bundar malah mengarah ke gawagnya sendiri. Beruntung bagi Krafth serta Swedia, arahnya sedang belum betul-betul pas serta tengah merebak.

Swedia kemudian memproduksi Prancis tersentak 4 menit pra turun minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin berhasil menepuk bola pada arah gawang Prancis, menciptakan kiper Steve Mandanda kudu melakukan penyelamatan dalam kolong mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di mula sesi kedua Isaksson kembali mengayomi gawang Swedia. Kali itu atas usaha Gignac yg menyampaikan operan dari Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya pada menit ke-60 dgn menolak bola tembakan Griezmann kemudian menghalau bola tembakan pemain pengganti Prancis Moussa Sissoko pada menit ke-79.

Akan tetapi gawang Isaksson alhasil jebol juga saat pertarungan mencadangkan enam menit dalam saat normal. Dr 1 buah sepak pojok, kiriman bola Griezmann makbul disambut Raphael Varane di tiang deket dalam menaklukkan Isaksson yg periode ini mesti mengutip bola dari pada gawangnya

Semenit selesai itu Prancis memperoleh kesempatan emas dalam menaikkan keberhasilan sesudah wasit menunjuk titik putih risiko handball daripada Oscar Wendt. Karim Benzema lalu maju utk sebagai pengeksekusi… walau masih tidak berhasil menyelesaikan tugasnya selepas mengoper bola melambung atas target. Tidak terdapat lagi gol yg tercipta di sisa waktu.

Dampak itu membuat Prancis sudah melaju gak terkalahkan dalam enam duel beruntun-runtun selesai Piala Dunia, di mana empat di antaranya berhasil dimenangi–melawan tim-tim unggul menyerupai Spanyol & Portugal.

Pada perjuangan periode tersebut Les Bleus dicatat ESPN hadir super buat Swedia. Selain memimpin penguasaan bola 64%-36%, Prancis juga mencetak enam tembakan tepat bidikan dari 28 percobaan, namun Swedia menciptakan lima tembakan saja di mana cuma dua di antaranya yang menentang ke tujuan.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Sudah 20 tahun sejak pertama kali Adidas meluncurkan seri Predator; satu diantara sepatu yg terlaksana tonggak berarti di teknologi sepatu sepakbola, kendati 1 yg terpopuler dalam jagat lapangan hijau. Adidas mengakhiri teguran dua dekade predator dgn memelopori anak paling baru: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tidak dapat dipungkiri, yaitu satu diantara titik berarti di kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya betul2 terbilang cukup simpel, tetapi secara teknologi sepatu itu dapat dibilang sepatu tercanggih saat mula-mula kali diluncurkan.

Pelancongan Predator diawali sama seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Usai purna bakti, Johnston yg menjatuhkan ‘Si Merah’ memikat lima gelar Liga Inggris kembali ke tanah kelahiran orang-orang tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia membuang saat untuk mengatur anak-anak.

Konon di satu babak kursus, Johnston sudah minta anak asuhnya buat menendang bola dengan semakin baik, makin teratur, dan kuat. Namun demikian anak-anak tersebut kesulitan, dan kemudian berkata pada Johnston kalau sepatunya terlalu licin. Sebabnya gak lain karena sepatu yang dipakai anak-anak tersebut terbuat dari kulit plus keadaan saat itu sedang hujan.

Momen itulah Johnston memiliki ide untuk memungut 1 buah bat pingpong, menjemput sisi karetnya, dan menempelkannya ke sepatunya. Sepatu eksperimennya ini dan kemudian saksama diboyong menongol juga dicoba dalam menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet di dalam sepatu menghasilkan semakin mudah mengeloskan kekuatan tertentu kala mendepak bola, dan tentu aja sepatunya masa ini sanggup bertambah ‘menggigit’ bola.

Dari sepatu prototipenya itulah Johsnton setelah itu menumbuhkan ide bertambah jauh, menggabungkan karet dgn kulit kanguru yg ringan & fleksibel. Belakangan Johnston juga memberi ide lain tentang teknologi sol Traxion yg sampai waktu ini dimanfaatkan Adidas.

Meski demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya gak diterima oleh sejumlah industri menyerupai Nike dan Reebok, terlebih Adidas seorang diri. Tapi, sesudah sukses merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, serta Paul Breitner mempergunakan sepatunya pada kriteria salju, Johnston mampu meyakinkan Adidas guna membeli hak design prototipe tersebut juga meraih 2% dr seluruh penjualan. Disebut-sebut perlu tempo sampai lima tahun guna meyakinkan bahwa idenya bakal berjaya.

Mulai saat tersebut, sepatu prototipe Johnston merembet jadi Predator & sebagai bagian atas silsilah sepakbola. Predator kendati langsung berevolusi dengan beraneka ragam pengembangan yang diusahakan sama Adidas. Terekam setidaknya terdapat 14 seri predator yang lahir berikutnya.

Menyusul sukses kemunculan sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir di dalam 1995. Adidas mengundang balik wujud karet di sepatu dan bertambah banyak menyelenggarakan kulit kanguru demi kesenangan. Tahun selanjutnya lahirlah Predator Touch. Lalu kemudian beruntun-runtun Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), juga yg terakhir ialah seri Predator Instinct (2014)

Belanda memikat tiga angka di dalam pihak keempatnya dalam kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyervis Latvia, Belanda bersuka-suka setengah lusin gol dgn keunggulan telak 6-0.test1

Dalam Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) subuh WIB, Robin van Persie membuka perjamuan gol Belanda bagi Latvia di menit ke-6. Arjen Robben menaikkan keberhasilan tuan rumah dalam menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar menghasilkan Oranje menganeksasi paruh waktu dengan keunggulan 3-0.

Dalam episode ke-2, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menaikkan keberhasilan Belanda. Robben, yang tampil gagah sepanjang pertarungan, dan lalu menggelar gol keduanya di menit ke-82, sebelum Huntelaar menyelesaikan perjamuan gol Belanda dua menit menjelang berakhirnya saat normal.

Dampak itu mengakhiri untaian 2 kegagalan sambung-menyambung Belanda yang sebelum ini kalah 0-2 dr Islandia di pihak kualifikasi serta setelah itu 2-3 atas Meksiko di kelompok friendly.

Kinerja tersebut memproduksi Belanda masa ini mengoleksi enam nilai dr 4 duel, utk duduk dalam status tiga klasemen Grup A dalam kolong Republik Ceko & Islandia yang sama-sama memiliki sembilan poin serta baru tiga kali bermain–keduanya pula akan bertentangan subuh ini.

Sementara Latvia mematung di posisi 4 pada raihan dua poin impak daripada dua kali draw serta 2 kali kalah.

Robin van Persie sinambung membuat Belanda memimpin tempo kompetisi baru beredar enam menit. Sebuah sodoran sasaran silang atas Arjen Robben dengan jitu disambut tandukan Van Persie ke panduan tiang jauh.

Enam menit lalu kemudian Robben balik meneror kaum puri Latvia. Ia berhasil memperoleh celah dan menembak, sekalipun bola belum tertuju ke bidang incaran.

Jual beli Latvia menyambut belum membuahkan impak. Operan dr Aleksandrs Fertovs benar2 sanggup diteruskan Valerijs Sabala dengan sundulan, sekalipun arah si kulit bundar sedang menyimpang dr gawang Belanda.

Gol ke 2 pada pertandingan dan kemudian lahir dalam menit ke-35, balik guna belanda, serta atas koalisi yang serupa ibarat gol sebelumnya kendati dgn keterlibatan yg bertentangan. Robben menguasai bola di kanan dan setelah itu bekerja setara satu-dua dgn Van Persie sebelum mencopot depakan jitu yg gak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Sebelum waktu turun minum Belanda kembali menambah keunggulannya atas Latvia. Dr sisi kiri Ibrahim Afellay mengirim bola ke depan gawang, guna disambut Klaas-Jan Huntelaar dgn sontekan saksama meski berada di dasar kawalan pemain lawan.

Keberhasilan Belanda terkini kembali menonjol detik pertentangan mencengkeram menit ke-78. Van Persie kembali berkontribusi kali ini dgn mengirimkan sepak sudut Wesley Sneijder buat lalu kemudian disambar Jeffrey Bruma guna menciptakan gol keempat Belanda.

Delapan menit menjelang bubaran, Georginio Wijnaldum yg baru sejumlah menit menyerap mengoper Van Persie melepaskan bola ke haluan Robben yg kemudian sekali lagi memampangkan sepak terjang individunya sebelum menetapkan kiper Kolinko memungut bola dari pada gawangnya untuk periode kelima pada pertandingan.

Italia pernah unggul terlebih dahulu bagi Kroasia lewat Antonio Candreva. Namun keberhasilan tidak bertahan lama yang mana Ivan Perisic mendirikan gol penyama posisi. Kedua kru pun berbagi 1 nilai dengan skor 1-1.test1

Perjuangan Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg berlangsung pada San Siro, Senin (17/11/2014) dinihari WIB ini beredar tak tertutup. Kroasia semenjak pembukaan merealisasi pressing ketat mengenai tuan rumah, sementara Italia menguji mengerjakan ofensif gesit lewat ke 2 sayap.

Italia sanggup memimpin semakin dulu melalui tendangan Candreva di menit ke-11. Tetapi penguasaan Gli Azzurri gak bertahan lama selesai Perisic menyamakan kedudukan pada menit ke-15.

Pada putaran ke 2, Kroasia makin bergairah serta lebih kuat untuk penguasaan bola. Sementara Italia berupaya menggebuk melalui gempuran balik gesit. Hanya saja ke-2 kesebelasan tak mampu mendirikan gol tambahan hingga pertarungan tamat.

Pertarungan itu sempat dihentikan lebih kurang 10 menit detik meruntun menit ke-72. Mulanya kembang api menghujani lapangan, tidak lama bersela kemelut berlangsung di tribun sektor pendukung Kroasia. Selepas keadaan kembali kondusif, wasit ambil keputusan teruskan laga.

Dgn perolehan sama mata itu, Kroasia juga Italia tetap menempati kondisi satu-dua Grup H secara bersambungan dgn sama-sama mengoleksi nilai 10 dari 4 rivalitas. Di simpulan keduanya yaitu Norwegia dengan sembilan poin, yg di kompetisi lain menang tipis 1-0 untuk Azerbaijan.

Selama itu Bulgaria tampil seri 1-1 kontra Malta. Dengan berangkaian Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyempurnakan kondisi 4-6

Ivan Rakitic melepaskan depakan keras dr luar kotak penalti di menit ke-6. Tetapi Gianluigi Buffon beserta tangkas menghalangi. Tiga menit berselang, peluang Luka Modric melakukan percobaan, juga kandas di tangan Buffon.

Lebih dulu tertekan, Italia tambahan pula memikat keunggulan dalam menit ke-11. Berasal atas kampanye Simone Zaza di dalam kotak hukuman. Tamat tembakannya diblok bek, bola pantulan yg balik pada penguasaan Zaza dan kemudian disodorkan kepada Antonio Candreva pada depan kotak penalti.

Candreva lantas membidikkan tembakan keras ke pojok kiri gawang serta tidak sanggup dihentikan Danijel Subasic.

Namun demikian keunggulan tersebut tak bertahan lama. 4 menit setelah itu, Kroasia menyepadankan tingkat. Ivan Perisic mengerjakan tusukan pada sisi kiri serta berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yg sesungguhnya mengarah akurat ke Buffon. Namun, bayangan si kiper kurang baik oleh karena itu bola melewatinya dan masuk ke gawang.

Italia menempatkan satu kesempatan bagus di menit ke-34. Via ofensif tangkas, Roberto Soriano melepaskan sasaran silang dari kanan menghadap ke Mattia De Sciglio yg tak terkawal dalam dekat tiang jauh. De Sciglio menguji merencah bola dengan sepak voli, akan tetapi melenceng.

Inggris sudah ketinggalan bertambah dulu di dalam pertentangan membelot Slovenia. Tapi, The Three Lions mampu membalikkan posisi dan menang dengan skor 3-1. Danny Welbeck memberikan dua gol guna pasukan tuan rumah.test1

Di dalam terusan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Wembley, Minggu (16/11/2014) subuh WIB, Inggris mendominasi permainan dan besar menobatkan peluang sejak awal. Tapi, hingga surut minum, skor kacamata tengah bertahan.

Di sesi kedua, gol bunuh diri Jordan Henderson mengangkat Slovenia memimpin semakin dulu. Tapi, Inggris menurunkan sahutan yg sangat bagus. Selepas menyepadankan kedudukan dengan perantara depakan penalti Wayne Rooney, mereka memastikan keunggulan melalui dua gol Welbeck.

Keunggulan tersebut menghasilkan Inggris dalam posisi termulia klasemen sementara Grup E dgn poin 12 daripada empat pihak. Slovenia langsung di bawahnya dgn angka enam.

Jalannya Pertandingan

Kesempatan perdana di duel tersebut menjadi milik Slovenia. Jasmin Kurtic mengoper sasaran lambung yg disundul Andraz Kirm. Tetapi, sundulan Kirm dengan enteng ditangkap Joe Hart.

Inggris baru dapat memberikan risiko pada menit ke-17 via usaha Raheem Sterling. Sterling yg mendapatkan sasaran dari Rooney melepaskan sepakan kaki kanan, namun arahnya sedang menyimpang.

Berselang empat menit, putaran Rooney yg memperoleh kesempatan. Rooney merencah bola daripada Welbeck dengan sepakan voli, yg sedang membubung di atas mistar.

Welbeck menghilangkan kesempatan yang dia terima di dalam menit ke-30. Walaupun dia gak terkawal, sundulannya menetapkan sasaran silang Sterling sedang melenceng.

Upaya Welbeck di menit ke-37 juga belum mengundang gol buat Inggris. Sepakannya atas luar kotak hukuman melayang.

Sampai berakhirnya ronde pertama, kedua skuad sama-sama tidak bisa mencipta gol. Skor 0-0 sedang bertahan.

Rooney menebarkan intimidasi ke gawang Slovenia di dalam awal episode kedua, tepatnya menit ke-48. Dia menyengguk bola impak sepak pojok Adam Lallana, namun arahnya tengah melebar.

Walaupun lebih besar menyusun kesempatan, Inggris tertinggal makin dulu. Gol Slovenia yakni perolehan gol bunuh diri Henderson dalam menit ke-57. Bermakna mengiris umpan silang Kirm, Henderson sekiranya membelokkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Akan tetapi, keunggulan Slovenia ini tak bertahan lama. Pada menit ke-59, Inggris menyepadankan tingkat dengan perantara sepak terjang penalti Rooney. Hadiah penalti itu dikasih sama wasit sehabis Bostjan Cesar mengabaikan Rooney di wilayah terlarang.

Inggris mampu menyulingkan keadaan ketika laga berusia 66 menit. Berawal atas tembakan Lallana dari sudut sempit yang dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound menentang ke Welbeck, yang saksama menyambarnya utk merempuh gawang Slovenia.

Welbeck balik mencatatkan namanya pada papan skor enam menit kemudian. Penyerang Arsenal tersebut tampil sasaran satu-dua dengan Sterling sebelum menghancurkan Handanovic lewat tembakan kaki kanannya. Inggris pun memimpin 3-1.

Keberhasilan ini berhasil dipertahankan Inggris hingga peluit panjang bersuara. Mereka pun meraih tiga angka di dalam rivalitas ini.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Inggris hendak menyuguhkan Jerman di dalam perkelahian uji coba di Stadion Wembley, Selasa (19/11/2013) waktu setempat atau pun Rabu (20/11/2013) pagi buta hari WIB. Walau bertema laga uji coba, kedua pemain mencadangkan diri dalam unggul.test1

“Aku sebenarnya suka bermain pada hari Selasa. Itulah sebabnya kami dalam sini, khususnya membelot Jerman. Mereka merupakan rival kami, tdk pada cara yang mengerikan, sebab kami mempunyai rasa hormat di dalam mereka. Namun kami akan menundukkan mereka, ” kata Frank Lampard, Minggu (17/11/2013).

“Tidak tersedia dalil pertentangan menggulung Jerman ialah pertarungan persahabatan. Ada banyak asal usul & itu sudah sepatutnya. ”

Bersuanya Inggris & Jerman nanti malam ialah yang mula-mula untuk 3 tahun. Terakhir, keduanya bertemu di dalam perdelapan final Piala Dunia 2010, yang berakhir 4-1 dalam Jerman.

Dalam pertarungan tersebut, Lampard membantu tembakan hingga bola menempuh garis gawang, walau demikian dianulir. Pendapat wasit bola hasil tembakan Lampard belum melewati garis gawang.

“Ini udah mengatur regenerasi pada sepak bola di mana kami memperoleh teknologi strip gawang serupa bonus, ” pertuturan gelandang Chelsea ini.

“Akan tetapi unsur itu mengecewakan sebab itu (jika golnya disahkan) akan meniadakan permainan. Kami menongol di dalam ronde kedua tatkala 2-1 serta lalu kemudian menyinggul mistar. Saya ingat itu. ”

Sementara itu, beberapa idola Jerman menyatakan kalau masalah itu yaitu karma atas perkara kala final Piala Dunia 1996.

Ketika itu, bola impak sepakan penggempur Inggris Geoff Hurst yang di dalam rekaman video sama sekali belum melewati strip gawang Jerman yg dipelihara Hans Tilkowski, disahkan sama wasit.

Inggris hasilnya menang 4-2 dengan perantara babak sambungan waktu, selepas sebelumnya selama 90 menit kedua kesebelasan tampil sama mata 2-2. Inggris kendati menyetop gelar juara dunia mereka yang jadi gelar satu-satunya negeri Ratu Elizabeth dalam turnamen besar sampai sejauh ini.

Siaran langsung

Global TV, Rabu (20/11/2013) pukul 03.00 WIB

Prakiraan susunan pemain

Inggris: Joe Hart; Ashley Cole; Tom Cleverly, Frank Lampard, Adam Lallana, Gary Cahill , Cris Smalling , Phil Jagielka, Jermaine Defoe, Wayne Rooney; Daniel Sturridge

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih : Roy Hodgson

Jerman: Roman Weidenfeller; Lars Bender, Marco Reus, Draxler, Per Mertesacker, Matt Hummels, Marcell Jansen, Philipp Lahm; Toni Kroos, Andre Schürrle; Maximilian Kruse

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih: Joachim Loew

Rekor pertemuan

27-06-2010 Jerman 4-1 Inggris

19-11-2008 Jerman 1-2 Inggris

22-08-2007 Inggris 1-2 Jerman

01-09-2001 Jerman 1-5 Inggris

07-10-2000 Inggris 0-1 Jerman

Lima pertandingan terakhir

Inggris: M-S-S-M-K

Jerman: M-M-K-S-S

Prancis cuma mereguk laga-laga perkawanan menyatroni Piala Eropa 2016 soalnya statusnya tuan rumah. Biar demikian, pendidik Les Bleus Didier Deschamps optimistis timnya senantiasa kompetitif dengan tim-tim besar lain.test1

Untuk tuan rumah, Prancis betul2 segera mendapatkan satu lokasi di bagian final Piala Eropa 2016. Ini sungguh satu substansi karena mereka gak wajib berebut karcis dgn negara-negara lain.

Tetapi dalam lainnya sisi, itu menjadi sebuah kesusahan tersendiri sebab dgn begitu, Prancis tak sempat tampil dalam pertarungan kompetitif. Dikhawatirkan, para pemain tidak meniti perkembangan berharga dgn cuma tampil dalam partai-partai pertemanan.

Hanya saja Deschamps yakin diri anak asuhnya bakal tetap siap mengacungkan prestasi unggul di sesi final kelak. Pelatih 46 tahun itu terlebih lagi menyiapkan menjadi juara grup walaupun mendatang kudu berjumpa dengan tim-tim gede seperti Jerman, Belanda, Italia, & yang lain.

“Laga-laga berikut yaitu pertandingan persaudaraan juga kami enggak akan mempertontonkan duel lain selain skuad perkawanan menumpu Euro. Meskipun demikian, kami jelas memiliki laga-laga besar yang menjelang, ” katanya dikutip Prediksi piala eropa.

“Kami sudah menghalangi Spanyol serta kami hendak melawan Italia, Inggris, Belanda, juga Jerman. Kami telah berada pada bagian final, kami ingin finis untuk juara grup walaupun itu tdk benar-benar bermakna, ” tambahnya.

Pasukan ‘Ayam Jantan’ sejauh ini melewati laga-laga uji coba dgn baik. Telah 4 pertandingan dilalui dengan dampak tiga kemenangan & satu kesempatan imbang. Dua dr keunggulan itu terutama diperoleh daripada klub setingkat Spanyol juga Portugal

Eks pelatih Juventus dan Marseille ini mengiakan berniat menggunakan pertalian partai uji buktikan juga guna meruncingkan pemain muda. Oleh soalnya ini dia yakin timnya senantiasa menyebrangi keberuntungan walaupun tanpa pertengkaran kompetitif.

“Setiap kesebelasan menghasilkan progresi, tergolong kru saya. Setiap pemain start memahami satu sama lain dgn makin bagus, & ibarat yang sudah aku ungkapkan, aku punya penuh tokoh muda, ” omongan Deschamps.

“Anda gak bisa memilih tokoh berpengalaman mulai hari pertama hingga hari-hari berikutnya. Anda butuh waktu dan mungkin ada sejumlah pemain muda yg bisa tampak guna kompetisi selanjutnya, ” demikian dia.

Prancis hendak melakoni dua rivalitas uji coba untuk waktu dekat ini. Masing-masing menolak Albania pada Sabtu (15/11/2014) & Swedia 4 hari berikutnya (19/11).

Portugal dibikin kerumitan sama Armenia di tambahan Kualifikasi Piala Eropa 2016. Kru berlogo Selecao das Quinas itu hanya unggul sedikit lewat gol Cristiano Ronaldo dalam babak kedua.test1

Di dalam tahap Grup I pada Malgahaes Pesoa di dalam Sabtu (15/11/2014) subuh WIB, Portugal menutup pertandingan itu dgn skor 1-0. Tampak mendominasi sejak awal ronde pertama, Portugal dibikin kesulitan merempuh 5 bek Armenia.

Agen SBOBET Online mencatatkan Portugal jauh makin hebat untuk penguasaan bola seputar duel. Pemain bimbingan Fernando Santos itu mengurus penguasaan bola hingga 70 persen dgn 16 usaha menciptakan gol dengan delapan di antaranya jelas ke haluan gawang. Adapun Armenia cuma membuat enam kesempatan sepanjang laga.

Sepatutnya dari menit kedua, Portugal sudah memiliki peluang untuk mencetak gol. Akan tetapi, terjangan kaki kanan Miguel Danny menyimpang ke kiri gawang.

Di menit kelima Cristiano Ronaldo mengetes buat menerobos kebuntuan kru. Meraih assist atas Danny, tendangan gelandang Real Madrid itu sudah pasti menuju di gawang tetapi kiper Armenia Roma Berezovsky sukses menepisnya.

Usaha Ronaldo 4 menit dan kemudian pula gak mendatangkan apa pun. Demikian juga tendangan percobaan yang terbuat Joao Moutinho dalam menit ke-41. Depakan kaki kanan dia amat melenceng ke kanan.

Usaha-usaha setiap tokoh Portugal mentah hingga surut minum. Kedudukan tetap draw tanpa gol hingga turun minum.

Ronaldo alhasil berjaya menoreh kebuntuan Portugal di kompetisi tersebut. Terjangan jarak jauh Ronaldo sukses meresahkan gawang pada menit ke-71.

Tiga menit kemudian Ronaldo meraih kesempatan bagi menggandakan skor. Namun demikian, tendangannya diblok sama kiper.

Antonio Eder yg merasuk mengoper Helder Postiga sempat membuat peluang pada menit ke-89. Akan tetapi, sundulan dia tidak akurat pada arah incaran.

Tingkat tak berubah dgn Portugal menang 1-0 sampai selesai laga.

Di kompetisi lain di Grup D, Denmark memimpin 3-1 atas Serbia. Dgn keunggulan ini, denmark menjadi pemuncak klasemen dengan nilai tujuh juga diikuti Portugal yg naik 1 setrip dengan nilai enam.

Susunan pemain

Portugal: Moutinho, Luis Almeida da Cunha (Carvalho 88′), Patricio, Pepe, Bosingwa, Carvalho, Guerreiro; Ronaldo, Tiago; Miguel Danny (Quaresma 70′), Postiga (Eder 56′)

Armenia: Berezovsky, Hayrapetyan; Mkhitarian (Pizzelli 83′), Yedigarian (Sarkisov 77′), Haroyan, Voskanyan, Arzumanyan, Hovhannisyan, Ghazarian (Manucharyan (62′), Mkrtchain; Movsisyan

PT Liga Indonesia memutuskan PSGC Ciamis juga Persiwa Wamena memerankan semifinalis liga Divisi Utama. Mereka menggantikan PSS Sleman juga PSIS Semarang yg didiskulaifikasi soalnya kejadian ‘main sabun’.test1

2 slot pada semifinal Divisi Utama kosong sesudah PSS juga PSIS didiskualifikasi karena skandal ‘sepakbola gajah’ pada Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Minggu (26/10/2014). Utk mengisi kekosongan itu, PT Liga menunjuk dua skuad yg luput pada ronde delapan besar yang lain, PSGC & Persiwa.

2 klub yang ditunjuk sebagai pengisi tempat pada semifinal tersebut sebetulnya bukannya tanpa masalah. Sebagai gambaran, Kasus terekam mengelola WO (walkover) kala akan menghadapi PSS pada Kuningan, 18 Oktober sebelumnya. Sementara PSGC memilih utk gak datang di markas Persiwa Wamena dalam babak delapan gede 26 Oktober kemarin, karena telah dipastikan tak miliki kesempatan lolos ke bagian 4 besar.

CEO PT Liga, Joko Driyono, menjelaskan bahwa PSGC juga Persiwa jadi semifinalis karena klasemen Divisi Utama tersedia perubahan. Awalnya kondisi perdana klasemen pada grup N merupakan PSS, yang disusul PSIS (runner up grup N) namun soalnya 2 klub tertinggi didiskualifikasi, PSGC (yg sebelumnya status ke 3 himpunan N) jadi naik, diikuti Persiwa (yang sebelumnya kondisi 4 grup N).

“Alasan kami memutuskan Persiwa dan PSGC merembes semifinal sebab PT Liga Indonesia menimbang secara klasemen DU di grup N terdapat regenerasi usai tetapan diskulifikasi PSS serta PSIS. Selain ini pernah ada timbangan kalau Wamena serta PSGC bakal didiskualifikasi juga soalnya tindakan WO mereka, akan tetapi ternyata keputusan dari Komdis tidak ada spektakuler maka dari itu PT Liga memutuskan hal ini kedua team tersebut masih qualified bagi menanjak ke semifinal, ” bunyi Sekjen PSSI, Joko Driyono saat dihubungi Judi online bola, Jumat (14/11/2014).

Tak cuma memutuskan urusan siapa yang akan mengganti slot kosong di semifinal Divisi Yang utama, Joko juga memanggil kompetisi semifinal Bakal dikerjakan 24 November mendatang.

“Kalau tdk hadir ganjalan semifinal akan digelar 24 November sementara final digelar 3 hari setelahnya, ” lanjutnya lalu kemudian

Tentang surat kata putus soal semifinal ini bakal dikirim ke klub masing-masing. Dia menyebarkan hendak mentransfer surat sah kepada Persiwa serta PSGC selepas terselip penetapan soal venue yang akan dikenakan.

“Hingga dengan ketika ini opsi yang amat mungkin yaitu di Stadion Deltras, Sidoarjo. Tapi kami tengah memikirkannya, mungkin satu 2 hari ini kami siap kepastian venue setelah itu kami baru kirim surat resminya, ” ungkapnya.

Ia kendati berharap kedua skuad tersebut bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin juga enggak ada dalil WO lagi. “Ya jika gak datang (semifinal) dihukum lagi oleh Komdis dan paling diolok-olok media, ” bunyi Joko.

1 team lain yg juga memastikan luput di semifinal yaitu Martapura FC. Satu lokasi lagi sedang diperebutkan oleh Borneo FC dan Persis Solo, yang tetap mesti mengalami rivalitas ulang pada tanggal 20 November di Samarinda.

Segera lupakan pertentangan Persib serta Persipura pada final Liga Super Indonesia. Lupakanlah Persib yang lagi bergembira telah menuntaskan puasa gelarnya selama masa 19 tahun. Lupakanlah kesengsaraan Persipura yang gak kunjung siap jadi juara di tahun genap.test1

Kegirangan, kepahitan, keunggulan, kegagalan, juara serta nggak juara merupakan divisi dari kepastian satu buah pertandingan. Selebihnya ialah uraian yang kita ciptakan sendiri utk menyibukkan diri.

Segalanya yg diraih oleh Persib dan derita yang dialami oleh Persipura bukanlah yg layak memperoleh atensi berkepanjangan. Bagi tahun ini adalah sepakbola gajah PSS & PSIS di jurusan satu pertandingan yang makin layak menerima minat rumpun bola. Sayangnya aja bagi dalih yang salah.

Anda tentu menyadari, kita siap memilih bergembira maupun berduka tahu sepakbola gajah antara PSS serta PSIS beberapa waktu lalu. Atau kita juga mampu bergembira juga berduka di dalam saat bersamaan.

Kita bergembira dengan penuh kecurigaan bagus soalnya rupanya tokoh sepakbola dalam Indonesia di dalam dasarnya adalah orang-orang yg jujur. Gimana gak, bagi berkhianat juga tidak jujur saja mereka tidak tau caranya, begitu lugu & bodoh.

Adakah tingkah-laku yg semakin menyepelekan akal sehat di lapangan bola daripada langsung mencetak gol bunuh diri? Tidak cuma satu atau dua, namun tetapi lima. Apalagi tanpa koreografi yg baik sama sekali untuk menyamarkannya.

Kita sedih, malah mungkin juga marah, jika tersedia persoalan itu. Ia symptom (gejala) daripada persoalan yg semakin besar yang nggak tampak. Sebab umpama kata tindak khianat yang transparan di muka umum aja dilakukan, pastilah terdapat persoalan tertutup yang lebih luar biasa yang sudah berlangsung. Luar biasa naïf jika kita tak berkesimpulan bagaikan tersebut.

Lagi pula selesai masalah itu kita gak menemukan pengatur sepakbola negeri tersebut meminta maaf untuk kejadian itu, bertanggung jawab, menyetujui tak mampu, angkat tangan, juga menarik langkah bersama-sama.

Betul-betul ada beberapa pertemuan/rapat khusus, dan lalu menjatuhkan kompensasi. Tetapi ya hingga pada situ aja. Tidak lebih, gak kurang. Amat artifisial. Selepas itu semacam enggak tersedia apa-apa.

Tidak terkuak ada nya perembukan gede utk melakukan restrukturisasi organisasi, mendesain tindak preventif biar hal sebentuk tak tercipta lagi, dan strategi penegakan hukum yang tegas.

Terdapat 1 masalah yang baru aku sadari tempo memperhatikan sepakbola Nusantara, ialah kita dipaksa bagi mengamputasi akal sehat. Nggak tersedia logika linear tatkala mengatasi perkara. Tidak terdapat ketegasan tolok ukur yang rasional.

Kita tahu sepakbola gajah tak pertama kali terjadi. Dalam tahun 1988 Persebaya di kandang sendiri, Gelora 10 November, merintangi kalah 0-12 dari Persipura. Kemudian tahun 1998 Indonesia dengan terencana mengalah dr Thailand tatkala Mursyid Effendi terang-terangan berbuat gol bunuh diri tatkala Piala Tiger.

Sangatlah luar biasa bahwa sehabis 2 masalah high profile itu masih saja hari ini dapat terjadi lagi. Ini belum menilai sekian penuh masalah sebentuk yg tak terpantau media. Terutama dalam permusuhan level bawah. Sebuah anggapan memang. Namun tetapi hendak sangat mengagetkan, umpama kata yg di level nasional dan internasional saja siap dijalani, bervariasi corak wujud pengkhianatan sportivitas tak berlangsung.

Sementara itu pengkhianatan (sportivitas), bagaikan perkara gol bunuh diri, tdk sempat datang tiba-tiba. Ia gak tampil di lapangan vakum. Ia selalu mengirim tanda-tanda, mengusik, memberi peringatan, bersebab konsekuensi.