Category Archives: Berita Terbaru

Home / Berita Terbaru
771 Posts

Pekan ini tahap grup Liga Champions 2014/2015 menduduki rampung. Masih ada sejumlah kesebelasan yg meributkan lima tiket tercecer di putaran 16 gede. Dan lalu, sapa pemilik tiket-tiket tersebut?test1

Sesudah menjalani 5 matchday, sudah tersedia 11 kru yang mengesahkan lolos: Borussia Dortmund, Arsenal, Bayern Munich, Atletico Madrid, Real Madrid, Bayer Leverkusen, Paris St-Germain, Barcelona, Chelsea, Porto, serta Shakhtar Donetsk.

Dari 11 kesebelasan tersebut, empat di antaranya telah memastikan diri jadi juara grup, yang hendak mengantongi substansi main kandang dalam leg ke-2 sesi 16 besar. Mereka yakni Madrid, Bayern, Chelsea, & Porto.

Waktu ini tertinggal lima club yg bakal mengikuti mereka-mereka yang sudah lolos, & matchday keenam akan jadi perjuangan hidup-mati: merasuk ke fase knockout Liga Champions, cukup pindah ke Europa League.

Dr Grup A, Atletico yang telah memastikan lolos akan menyambangi ke Juventus Stadium, untuk menghadapi tuan rumah yg cuma butuh impak seri untuk menyertai runner-up Liga Champions musim lalu itu.

Perolehan ini udah rada bagi menyirnakan Olympiakos, apapun dampak pasukan Yunani itu mengelak Malmo di waktu bersamaan. Sebab dgn 9 angka, Juve saat ini menang tiga angka atas Olympiakos dalam kondisi ke-3.

Tetapi, kekandasan dr Atletico yg dibarengi dengan keunggulan Olympiakos hendak mengubur impian ‘Si Nyonya Besar’ bagi lolos

Dari Grup B, Liverpool dan Basel bakal “saling bunuh” di pihak terakhir yg dihelat pada Anfield. The Reds (4 poin) ada di keadaan ke-3 serta wajib menang buat Basel (6 poin) apabila akan menyertai Madrid dalam babak 16 besar.

Hanya saja, masalahnya tim Brendan Rodgers itu tengah sukar mendirikan gol kala ini dan tak sempat bikin lebih dari dua gol selama fase grup. Bisakah mereka melakukannya? Selama itu Basel dengan kinerja draw udah rada menyingkirkan Liverpool.

Dr Grup C, Monaco (8 poin) hanya memerlukan impak seri guna lolos ketika mereka menyervis Zenit St Petersburg pada pertarungan terakhirnya. Namun demikian peluang mereka menjadi juara grup sedang tersingkap sepertinya Bayer Leverkusen, yang telah tentu lolos, kalah daripada Benfica di perjuangan terakhir.

Zenit juga masih miliki kans lolos dengan syarat mesti mampu mengalahkan Monaco dalam Stade de Louis II.

Arsenal & Borussia Dortmund akan berbalas-balasan berharap jika satu di antaranya kalah, sementara salah satunya menang, utk dapat menyegel tingkat setaraf juara Grup D. Ke-2 pemain sudah memastikan terlepas lebih dulu di ronde 16 besar dalam matchday 5 yg lalu.

Grup E dapat dibilang amat rumit soalnya baik AS Roma, CSKA Moskow, juga Manchester City sedang memiliki kans jadi wakil grup tersebut bersama Bayern di putaran 16 gede. Ke-3 pemain itu sama-sama memiliki lima poin daripada lima perjuangan berlalu.

Roma dan City bakal berbalas-balasan berhadapan dalam Olimpico, sementara CSKA akan membelot Bayern pada Allianz Arena

Samoa menyampaikan metode apa cara nasib baik dalam walhasil akan menyebelahi pada mereka yang gak berhenti mencoba serta bekerja keras.test1

Di sepakbola, mengait kemenangan merupakan sesuatu mutlak yg harus dimiliki. Tidak boleh terselip kata berserah. Jika kalah, buktikan lagi & apabila tidak berhasil lagi, buktikan terus. Sebagaimana hidup, sepakbola terus-menerus menyisihkan celah kesuksesan untuk mereka yg terus berjerih payah juga memeras keringat.

Tak mudah betul2, buat suatu daratan kecil yang tak mengantongi tradisi sepakbola buat mendirikan keuntungan. Serta Amerika Samoa ialah salah satunya. Dalam pulau yang luasnya hanya kira-kira 199 km2 tersebut, sepakbola tak terlalu tenar. Jangan heran kalau tim nasional Samoa sangat kacau reputasi juga prestasinya.

Bagi mengait satu keunggulan saja udah amat susah buat negara yg berpenduduk hampir 55. 519 jiwa (berdasarkan sensus 2010). Terutama mereka tdk sempat unggul selama masa 17 tahun serta hanya mampu mencipta 2 gol dan kemasukan sebanyak 229 kesempatan. 2 berbanding 229. Bayangkan, Bung!

Kalah, kemasukan banyak gol, jadi juru kunci & berpengaruh tatkala papan bawah tahapan FIFA memerankan masalah yg setaraf lekat dgn kru sepakbola Amerika Samoa. Ini telah super biasa, terlampau lumrah & lazim.

Di akhirnya, mereka sanggup pula mencicipi kemenangan. Serta keunggulan perdana yg bersejarah inilah yang diabadikan sama sineas Mike Brett juga Steve Jamison dengan perantara film Next Goal Wins.

Kiper Pesakitan, Tokoh Transgender juga Pelatih Jenius

Film berikut dibuka dengan cuplikan sebagian gol-gol Australia kala mereka menghentikan Amerika Samoa dengan skor 31-0 pada tahun 2001. Satu buah pemimpin yang sakit hanya saja sanggup mengungkapkan bagaimana menyedihkannya sepakbola pada Amerika Samoa.

Lalu kemudian, film itu pun mempersembahkan intensitas Amerika Samoa di dalam menyusun sepakbola, mulai dr mengakibatkan para ahli dalam bidang sepakbola, membuat tokoh naturalisasi sampai meminta sumbangan Amerika Serikat buat mengongkosi pembimbing yg bermutu buat mengurus kru mereka.

Dgn konsep mewawancarai saksama & menjadikan para tokoh untuk setiap aktornya, Mike Brett juga Steve Jamison coba mengeloskan hal-hal yang belum diketahui banyak orang. Secara detail, film ini menyuratkan petualangan sepakbola Amerika Samoa yg sesak haru.

3 pemain film mempunyai peranan penting di film berdurasi hampir 1 setengah jam itu, mereka yakni Nicky Salapu, Jaiyah Saelua serta Thomas Rongen.

Nicky Salapu ialah seorang kiper pesakitan yang ambisius. Disebut pesakitan sebab ia yaitu pemain yang gawangnya dibobol 31 gol oleh Australia pada tahun 2001. Pertarungan di dalam ajang ronde kualifikasi Piala Dunia 2002 itu pun pernah menghebohkan besar pihak, soalnya laga itu berdokumentasikan guna kegagalan terbesar 1 buah club seputar asal usul untuk pertandingan Internasional.

Nicky pun tampak untuk individu yang lumayan ambisius, hal ini terlihat pada 1 buah potongan ketika ia diwawancarai mengenai kekalahan memalukan tersebut. Katanya, “Sebelum aku mati, yg aku inginkan hanyalah kompetisi ulang mengelakkan Australia. Padahal tak kiranya, namun demikian aku super memimpikannya. ”

Ketetapan yg penuh persistensi itu memperlihatkan tekad kuat kesebelasan Amerika Samoa untuk memugar nasibnya, setidaknya sekutil memugar. Harapan ini pula yg membuat Nicky sempat memutuskan purna karya dr tim Amerika Samoa, karena ia merasa lemas dengan kegagalan dan kegagalan yang terus-menerus di alami oleh Amerika Samoa.

Liverpool tidak berhasil memikat nilai melimpah ketika menjamu Sunderland pada stasion Anfield, Sabtu (6/12/2014) malam. Bermodalkan dua keunggulan dalam pertarungan sebelumnya, The Reds kali ini hanya bisa mengambil satu poin karena diimbangi The Black Cats dengan skor kacamata, 0-0.test1

Sejatinya Liverpool sempurna mendominasi permainan sepanjang pertandingan. Berdokumentasikan 15 tembakan berjaya dilepaskan regu bimbingan Brendan Rodgers. Nominal ini dua kali lipat dgn apa yg Sunderland lakukan (cuma tujuh kali). Namun lini depan Liverpool kerap menyia-nyiakan peluang jadi tidak 1 gol pun berjaya terwujud.

Sembilan Pemain Sunderland Tatkala Bertahan

Sunderland menyajikan defensi yg solid di putaran mula-mula. Connor Wickham cs menghasilkan 9 tokoh periode berbuat aksi pertahanan. Sebelum menduduki area box penalti, Liverpool hendak dihadang oleh lima gelandang Sunderland yang mengatur defensi di depan empat bek sejajar.

Sunderland gak berbuat pressing agresif dalam memiliki bola. Tiap-tiap pemainnya cenderung lebih bersabar & menunggu momentum guna melakukan tekel atau pun intersep. Dibanding merebut bola, tiap-tiap pemain Sunderland semakin memilih untuk menjaga perhimpunan di depan gawang.

Siasat berikut makbul menciptakan Liverpool kesusahan buat merangsek di tempat kotak penalti. Mereka mencoba mementaskan umpan-umpan ringkas dalam depan box penalti, membiarkan bola bergerak tanpa buru-buru dikirim ke dalam box penalti, buat memancing pemain Sunderland keluar atas sarangnya (khususnya saat babak perdana). Akan tetapi setiap tokoh Sunderland tak menyambut perangkap setiap tokoh Liverpool tersebut.

Soalnya trik bertahan tersebut, Liverpool cuma dapat melepaskan 2 lesakan, dengan keduanya tidak mengenai sasaran. Dua-duanya lahir daripada situasi yg nggak terlalu menguntungkan, bukan peluang emas, lagi-lagi sebab demikian rapatnya tokoh Sunderland menyusun tameng defensi.

Meyakini umpan-umpan pendek serta men-delay gempuran di depan ruang penalti gagal memengaruhi tokoh Sunderland melonggarkan pertahanan, budak asuhan Brendan Rogders ini lalu mencoba jalan lain dgn mendayagunakan lebar lapangan. Terdaftar, sepanjang episode I, Liverpool menarik 12 kali sasaran silang, hanya 2 yg menyinggung sasaran. Lini defensi Sunderland di sesi pertama begitu kokoh.

Mendayagunakan Simone Vergini yang kewalahan

Tatkala babak II, Liverpool tambah bergairah menubruk atas ke 2 sisi sayap. Umpan-umpan silang menjadi jalan alternatif bagi Liverpool bagi merajang tameng Sunderland dalam putaran kedua. Tersimpan 41 sasaran silang (29 pada antaranya lahir dalam sesi II) dilepaskan Liverpool di pertandingan berikut.

Selain sasaran silang, mereka pula mengetes merombak tameng Sunderland dengan perantara aksi-aksi dribling pula daripada sisi sayap. Berdokumentasikan, 24 dr 30 tenaga dribble dijalani oleh pemain yg berada di sisi kepak (Alberto Moreno, Raheem Sterling, Adam Lallana, serta Glen Johnson).

Jalan ke-2 ini, dengan perantara aksi-aksi penembusan atas sisi sayap, sebenernya semakin berhasil meruwetkan lini tembok Sunderland. Pada sesi II, ofensif via sisi kiri sangat diandalkan sederajat pintu masuk menyatroni tempat penalti Sunderland.

Strategi tersebut dipilih sebab saat sesi ke 2, bek kanan Sunderland, Simone Vergini, semenjak kelelahan menghalangi kelincahan Sterling di mana ia juga harus rajin mendukung lini serang dengan mengerjakan overlap. Vergini yg kewalahan ini lah memerankan titik serang Liverpool.

Di grafis yang di atas, super tampak bahwa Vergini mengalami penurunan prestasi di 45 menit sesi ke 2. Heatmap-nya sejauh duel pun menampakkan jika Vergini getol menyusur sisi kiri penjagaan lawan, tapi di sisi lain dia juga mengacu pada kontinyu diganggu oleh kecergasan Sterling.

Newcastle United memberikan kekalahan pertama untuk Chelsea musim ini. Bermain dgn 10 orang semenjak menit ke-83, Newcastle unggul 2-1.test1

Kartu kuning ke-2 yg diterima Steven Taylor memproduksi Newcastle tampil pada anggota tak lengkap sejak menit itu. The Magpies udah unggul 2-0 detik itu, tetapi Chelsea mempertipis skor menjadi 2-1 lewat sundulan Didier Drogba.

Menang banyak pemain, Chelsea terus menekan penjagaan Newcastle. Tetapi, mereka kalah mendirikan gol penyama posisi. Newcastle pun mendekatkan poin penuh sebab sepasang gol yg dilesakkan Papiss Cisse.

Kegagalan ini gak memengaruhi status Chelsea. Pemain besutan Jose Mourinho ini tengah berada dalam puncak klasemen dgn kumpulan nilai 36 – selalu menang enam poin atas Manchester City. Namun, selisih enam poin itu mampu terpangkas andai City menjebak Everton dalam hari Minggu (7/12/2014) subuh WIB.

Selama, Newcastle memanjat ke barisan ketujuh dengan koleksi nilai 23.

Jalannya Pertandingan

Bertanding pada St James’ Park, Sabtu (6/12/2014) malam WIB, Chelsea terlihat beserta mayoritas pemain utamanya, selain Nemanja Matic. Gelandang asal Serbia tersebut terkena sangkutan bermain setelah menyimpan lima kartu kuning

Tanpa Matic, Jose Mourinho menumpuk John Obi Mikel & Oscar guna mengawasi Cesc Fabregas. The Blues tampil relatif oke tatkala episode mula-mula, mengguratkan 12 attempts ke tiang Newcastle, meskipun hanya dua pada antaranya yg akurat bidikan.

Sementara daripada sisi penguasaan bola, enggak tersedia perlawanan nyata. Chelsea unggul 58: 42, tetapi Newcastle sejumlah periode berjaya merisaukan defensi Chelsea.

Satu diantara kesempatan terhebat Newcastle diperoleh oleh Jack Colback periode laga melintas sekitar setengah jam. Colback berlari menusuk lewat tengah & menerima sasaran terobosan atas Ayoze Perez. Sial untuk Colback, tendangannya tengah sanggup diblok sama kiper Chelsea, Thibaut Courtois.

Pertahanan kedua kesebelasan sama-sama tampak kokoh di episode pertama. Enggak heran jika menengok banyaknya blok diusahakan pada tempat ruang penalti masing-masing.

Momen putaran pertama habis, Chelsea luang memiliki kesempatan via tendangan Oscar. Namun,, depakan gelandang asal Brasil ini tengah menyisih. Peluang Oscar ini jadi 1 di antara penuh kesempatan Chelsea dalam sesi mula-mula dgn terbuka dari sasaran mau pun ditangkap kiper Newcastle, Robert Elliot.

Pasti seketika sebelum divisi mula-mula kelar, Elliot memperoleh cedera selepas berbuat terjangan gawang. Elliot tak kembali bermain pada episode kedua & posisinya digantikan dengan kiper debutan berumur 21 tahun, Jak Alnwick.

Alnwick unjuk kompetensi dalam menit ke-48 tempo Chelsea meraih tendangan lepas. Dia maju dari gawangnya buat meninju bola dengan dilepaskan Fabregas ke pada wadah hukuman Newcastle. Peluang Chelsea kendati tidak berhasil.

Di menit ke-56, Chelsea balik mengganggu lewat set piece. Momen itu, depakan lepas Fabregas diterima Mikel dengan sundulan. Sial buat Mikel, sundulannya masih menyamping.

Semenit berselang, malah Newcastle dgn menumbuhkan dgn bagus kesempatan yg mereka miliki. Satu buah sasaran dari kiri dgn dilepaskan dengan Sammy Ameobi disambar sambil Papiss Cisse tentu dalam depan gawang Chelsea.

Sasaran Ameobi itu gagal dihalau sambil setidaknya tiga orang2 bek Chelsea. Cisse juga dengan senyap tinggal menceploskan bola pada gawang yg djaga Courtois. Newcastle 1, Chelsea 0.

Chelsea menjepit pertahanan Newcastle di menit ke-75. Itu berusaha meruntuhkan tameng Newcastle via sasaran lambung & mengandalkan gambaran dari Didier Drogba. Penyerang usul Pantai Gading itu menggeser bola kepada Diego Costa dengan sundulan, tetapi sepakan Costa setelahnya tengah sanggup diblok sama Fabricio Coloccini.

Sama seperti Morrissey, Keane tidak sempat ragu hati dalam menguraikan apa yang dia pikirkan. Kalau Morrissey kerap menyindir kolotnya susunan kehidupan pada Inggris sana, maupun mengritik keluarga kerajaan, sebab itu siapalah yang tdk sempat dikritik oleh Keane. Sederajat pemain serta kapten Manchester United, dia membuat perpisahan dgn mengritik terbuka rekan satu timnya sampai dengan menghasilkan kuping si pelatih merahtest1

Si pembimbing, Gaib Alex Ferguson, bukan orang sembarangan. Sejauh kariernya, dia terbiasa melakukan protes terhadap titik kata hasil wasit sekiranya dirasa merugikan timnya. Imbasnya, Ferguson berulang-ulang mendapatkan hukuman dari federasi. Jika Ferguson yg tukang protes aja hingga merah mendengar kritik Keane, entah bagaimana rekan-rekannya saat itu.

Dgn alasan dalam menjaga status pasukan senantiasa mendukung, Ferguson kendati memutuskan guna memohon Keane pergi. Kapten yg pernah memberikannya treble dalam 1999 ini dilepasnya jauh lebih ke Utara, ke Glasgow, guna bermain bersama Celtic.

Keane yg saat itu telah meruntun senjakala kariernya nggak bermain lama bersama Celtic. Setelah hanya tampil 10 kesempatan di Liga Skotlandia bersama Celtic, Keane memutuskan dalam purna karya. Kompetisi testimonialnya untuk United digelar pada tahun itu juga, di dalam 2006, dan katanya menjadi rivalitas testimonial amat ramai ditonton di Inggris Raya.

Dengan hengkangnya Keane, gak tersedia lagi kapten pemarah di skuad United. Gak ada lagi kapten yg merendahkan rekan-rekannya dengan predikat “udah kesialan gairah sebab tenggelam di dalam Rolex dan mobil mewah” tiap saat tim tampil tanpa gairah. Ya, sekeras apapun seruannya, maupun semerah apa pun kuping dibuatnya, pekik Keane selalu kali benar.

Selepas terlaksana pemain, Keane menguji jadi nasib untuk manajer. Akan tetapi, pelancongan kariernya serupa manajer relatif kian sepi. Satu-satunya kesuksesannya merupakan menuntun Sunderland advertensi pada Premier League di 2007, selebihnya gak ada lagi. Tak ada ingar bingar trofi menyerupai tempo dia tampil dulu.

Kendati demikian, ingar bingarnya selaku seorang manusia sedang senantiasa ada. Laksana satu buah mesin yg senantiasa panas, bahan bakar Keane buat dapat terus muncul yakni spirit serta rasa bebasnya bagi bersikap juga bertutur apa yg dia hendaki. Apalagi saat sudah tidak jadi seorang manajer pun, Keane enggak sunyi dr sorotan. Otobiografi teranyarnya, yang mengritik besar orang2 yg sempat bersinggungan dengannya, hanyalah satu motif kecil.

Tatkala masih menjadi asisten Paul Lambert di Aston Villa, Keane dgn wajah lurus serta hampir tak berekspresi menolak menjabat tangan daripada Jose Mourinho. Sebabnya mudah, kompetisi belum beres saat itu, meskipun Chelsea selagi berada untuk keadaan memimpin. Tamat duel, Keane mengatakan bahwa Mourinho pasti sudah kena jotos apabila berlaku bagaikan tersebut di Sunday League –liga non-profesional yg dimainkan setiap hari Minggu.

Keane masa ini tidak lagi jadi asisten Lambert pada Villa. Lewat pernyataannya pekan dahulu, dia mengaku tidak bisa fokus total dgn takhta ganda yang sekarang dipegangnya: serupa asisten manajer di Villa juga sebagai asisten manajer di club nasional Republik Irlandia. Kesudahannya, Keane menyeleksi utk melepas jabatannya di Villa.

Pada tim nasional Irlandia kendati dia bukannya adem-adem aja. Sebelum rivalitas mengelakkan Skotlandia, dia dikabarkan turut kerusuhan dgn fans dalam depan hotel team sampai-sampai suatu ambulans didatangkan ke zona kejadian. Tapi, Keane dinyatakan tak bersalah pada keriuhan ini. Tim tim nasional Irlandia kendati saksama memberikan tafsiran serta pembelaan terhadap Keane.

Kinerja Olimpiade London 2012 menampakkan kalau Tiongkok yaitu negri adikuasa, bersama Amerika Serikat, soal kegiatan sports. Dr tiga Olimpiade terakhir, Tiongkok bersama AS berputar menempati tingkatan perdana dan ke-2.test1

Namun tersedia 1 hal di dalam olahraga yang tengah gak mampu ditaklukkan Tiongkok: sepakbola.

Pada peringkat dunia, tim nasional sepakbola Tiongkok gak terdapat apa-apanya. Mampu dibilang, daripada tahun ke tahun tim nasional Tiongkok mendapati penurunan performa. Ulasan terhebat mereka yakni melaju pada Piala Dunia 2002 yg digelar dalam Korea Selatan serta Jepang. Gaya mereka tak siap dibilang bagus, soalnya tak sanggup menggelar satu gol pun dari 3 pertandingan yg dilakoni.

Pada level Asia, Tiongkok tak pernah juara. Komentar terbaiknya ketika tersebut menembus tingkatan 2 di 2004. Itu pun diraih soalnya status mereka selaku tuan rumah. Sejak tersebut Tiongkok gak pernah lagi luput daripada episode grup Piala Asia.

Besar yg berpandangan sepakbola pada Tiongok diantaranya di anak tirikan. Terselip kecenderungan penguasa negara Tiongkok lebih konsentrasi mengemong olahraga yg berkesempatan mengambil medali di Olimpiade. Sejak Olimpiade 2000, Tiongkok terus-menerus ada dalam strata dua & memetik puncak dalam 2008 dengan meraih posisi tertinggi. Cengkauan berikut gak akan seimbang bahwa negara tersebut fokus di dalam sepakbola. Satu medali sekadar gak bakal mengubah apapun.

Akan tetapi reparasi tampaknya hendak kunjung bergerak. Di 26 November dulunya Dewan Negeri (state council) Tiongkok menyiapkan pertemuan yang tak biasa. Mereka ngomong urusan sesuatu yang asing: sepakbola.

Dewan Negara menjelaskan peluang Presiden Xi Jinping yg hendak melihat menunaikan kembali kemegahan Tiongkok atau pun Chinese Dream dgn lebih merangsangkan ekonomi serta status geopolitik Tiongkok pada dunia.

Dewan Negara kendati memutuskan buat menyisipkan sepakbola di kurikulum pendidikan di Tiongkok. Sasarannya ialah siswi di sekolah tingkat dasar serta menegah.

Sekitar teka-teki pun tersua. Dgn kurikulum sebagaimana tersebut apa tampaknya bisa menggantikan kinerja sepakbola Tiongkok dengan tajam? Pasalnya, bakal perlu tempo yang tdk sebentar utk mendirikan Tiongkok sebagai kekuatan terkini sepakbola pada dunia. Sub-bab di bawah ini hendak menafsirkan kemungkinan & ganjalan Tiongkok menjadi penguasa sepakbola pada dunia.

Buat Pemerintah Tiongkok, infrastruktur penunjang sepakbola sanggup dikejar untuk waktu sempit. Namun guna mendidik 11 orang2 pesepakbola hebat, tidak sanggup dikerjakan di dalam semalam.

Penyusunan stadion, prasarana latihan, sampai sekolah sepakbola sanggup disiapkan untuk waktu tiga hingga lima tahun. Di waktu yang sama, enggak mungkin pesepakbola sanggup merebut kualitas sejajar dgn tokoh kelas dunia. Pendirian titik berat daya manusia mesti dengan perantara prosedur yang masak.

Sapa yg tak akan jadi tuan rumah Piala Dunia? Mengeloskan peluang bagi seluruh warga negara menyaksikan tiap-tiap pemain pujaan yg rata-rata disaksikan di layar kaca. Ratusan ribu turis berkenan datang & memperkuat ekonomi lewat turisme yang ada. Piala Dunia hendak menjadi tumpuan publisitas pelancongan negeri, mau pun peningkatan citra di mata dunia.

Tiongkok tidak mau menyerupai Afrika Selatan yg cuma sebagai “tim hore” detik memerankan tuan rumah Piala Dunia. Tiongkok mempunyai cita-cita besar: sebagai juara dalam negeri sendiri.

Dengan terperinci, penguasa negara kota Guangzhou tidak setengah-setengah mengartikan kurikulum anyar itu. Setidaknya, pada tempo tiga tahun di depan agenda sepakbola dalam kota ini mampu menciptakan lima ribu kru sepakbola junior yang berisi dr 50 ribu murid.

Setelah pernah berada di jeratan hasil-hasil jelek, Liverpool start bangun balik. Si manajer, Brendan Rodgers, mulai mendapat semangat timnya balik membaik.test1

Liverpool sempat berada pada sorotan sehabis kalah di empat pertandingan bersambung. Tiga kesempatan tekuk lutut pada Premier League sementara 1 lainnya di Liga Champions.

Ketaksesuaian pertunjukan ‘Si Merah’ juga berujung pada status gak menyenangkan baik di liga mau pun di pertarungan Eropa. Pada liga contohnya, atas 14 minggu yg sudah melintas mereka tertahan pada susunan delapan klasemen dengan nilai 20. Mereka tertinggal 16 nilai dr Chelsea di pos teratas.

Sementara di Liga Champions, Steven Gerrard dkk. terdapat di susunan tiga pada belakang Real Madrid — sudah mengesahkan lolos fase grup– dan Basel. Soalnya tertinggal dua poin dr Basel, Liverpool mesti unggul buat rivalnya ini pada partai pengumuman bagi lolos pada fase gugur.

Buruknya posisi Liverpool pada 2 persaingan itu pasti menurunkan tekanan lain untuk anak asuh Rodgers. Namun beban segelintir mundur mulai mereka memutus ikatan kinerja buruk.

Diawali daripada impak draw 2-2 kontra Ludogorets Razgrad, Liverpool memperoleh momentum untuk unggul 1-0 atas Stoke City dan 3-1 atas Leicester City. Terlepas atas hasil-hasil itu dipetik atas lawan yg terhitung lemah, tapi keyakinan diri para pemain diakui start pulih. Apalagi mereka sukses unggul dengan menyulingkan tingkat kala sambang di Leicester.

Saya menduga era itu mampu menyusun kami. Aku telah merasakan perubahan sejak kala itu. Kami hadir baik di Ludogorets serta 2 penampilan terakhir telah menampilkan kami miliki sifat serta determinasi di team. ”

“Hasil yang sudah kita amati mulai perjuangan kontradiksi Palace sungguh menawan. Kami meraih segelintir momentum juga ingin menjaganya langsung berjalan soalnya itu mengangkat kepercayaan diri ke pada skuad, ” sambungnya.

“Mengelakkan Leicester Anda mampu melihat kepercayaan dirinya kembali sembuh dengan agresi di permainan kami. Setelah tertinggal, kami menunjukkan kenyamanan luar biasa utk balik di pertandingan. Kami sedang memiliki besar pekerjaan dan tdk lupa diri. Perjalanan masih panjang utk kami namun kami tengah merayap menyatroni ke sana, ” ungkap eks manajer Swansea City ini.

Tamat menempatkan dua kemenangan sambung-menyambung, Liverpool saat ini mengincar melanjutkan laju tersebut saat menjamu Sunderland, Sabtu (6/12/2014) malam WIB.

Sepakbola Indonesia sudah menyempurnakan segenap program utamanya (ISL serta timnas), akan tetapi perbincangan lain sedang terbit: bursa pergeseran pemain! Media sosial & situs-situs berita gempar sama rumor perpindahan-perpindahan pemain.test1

Ada drama, ibarat saat Ferdinand Sinaga dengan mengguncangkan berpindah di Sriwijaya FC. Terdapat tarik menarik, menyerupai rumor Fabiano Beltrame yg dikabarkan akan berpadu dari Arema sampai Barito. Juga ramai karena Bambang Pamungkas balik ke Persija Jakarta. Juga gossip ‘wah’ urusan dana yg kudu dibayarkan Persib utk menggunakan Pacho Kenmogne yg hingga dikabarkan menggondol Rp dua miliar lebih.

Sejumlah orang menganggap ini kode iklim industriasasi sepakbola Indonesia bertambah sehat & menguat. Benarkah begitu?

1 masalah yg sudah jelas, riuh rendah perkataan mengenai perpindahan pemain di Indonesia ini tampil kala timnas senior benar-benar musnah di Piala AFF. Ditargetkan juara, sekiranya tidak berhasil lolos di semifinal dgn tinjauan mengharukan: bertekuk lutut dalam tangan Filipina secara menistakan.

Belum lagi jika omongan sepakbola gajah yang belum selesai. Masih belum jelas sapa sebenarnya aktor psikis atas duel menghinakan PSS vs PSIS tersebut. Tiap-tiap tokoh juga ke-2 kru berbuat banding serta hingga saat ini belum jelas pula gimana juga menyerupai apa-apa hasilnya.

Jangan sampai khalayak sepakbola tersengsem dgn berita-berita wah soal reposisi tokoh juga harganya yg luar biasa juga abai mempertanyakan problem mendasar: sudahkah persoalan-persoalan laten juga menahun sepakbola Indonesia tersebut terselesaikan?

Problem yang harus selamanya diajukan tiap periode melihat pergeseran tokoh dgn harga yg terdengar luar biasa (Pacho, katanya, dibandrol lebih dr Rp 2 miliar) adalah benarkah tersebut harga yang masuk akal? Apakah riuh rendah ini mengartikan jika hawa usaha sepakbola telah terbentuk? Adakah jaminan gembar-gembor kontrak tokoh di awal musim ini siap konsisten dipraktikkan setara kesepakatan komitmen datang akhir musim? Jangan-jangan kabar klasik hendak terbit balik: gaji ditunggak, tokoh tertahan atau pun pasukan yg tidak berhasil berangkat ke Papua sebab kehabisan dana?

Dalam menjawab pertanyaan itu, diperlukan menengoknya dari orientasi yang mendasar. & dalam masalah industri sepakbola Indonesia & Asia, cara terbaik bagi memulainya yakni mendiskusikan urusan Club Licensing Regulation (CLR) yang sudah dipatok oleh AFC sejajar “standar baku mutu”.

Dari situlah kita bisa start membicarakan & mendiskusikannya, agar riuh-rendah perbisnisan reposisi tokoh ini mampu diletakkan untuk konteks yg tepat & biar kita dapat aware dgn jebakan-jebakan yg membuat kita lupa dengan persoalan-persoalan laten yang terus-menerus terbit atas tahun ke tahun.

Penuh yg berpandangan akan halnya kegiatan Club Licensing Regulations (CLR) di Indonesia. Dalam tahun 2010, AFC telah menetapkan pedoman bagi klub sepakbola & anggota asosiasinya guna memenuhi tuntutan buat berlomba.

Implikasinya merupakan bila Indonesia enggak mampu menyuguhkan juga menjalankan CLR, pemenang Liga Indonesia hendak kekurangan teritori mereka di Liga Champions AFC. Meskipun Persib Bandung (bersama Persipura Jayapura dan Arema Cronus) menuntaskan, syarat, PSSI pula didorong utk menerapkan peraturan dalam persaingan domestik mereka sendiri.

Di interval antara kala musim liga yang baru saja finis dan musim baru yg belum dimulai, otoritas tertinggi dalam sepakbola Indonesia tersebut lumayan sibuk dengan proses kegiatan CLR yang telah sebagai peran.

Vietnam & Malaysia bakal bertembung dalam semifinal AFF Suzuki Cup 2014 buat bertentangan karcis final. Laga dua leg tersebut sekaligus hendak memastikan kedua negeri gak lagi memiliki impak identik dalam fase knockout medan ini–setidaknya guna sementara saat.test1

Sejak perayaan sepakbola antara negeri2 Asia Tenggara itu dilangsungkan pada 1996, Vietnam juga Malaysia masing-masing telah dua kesempatan terbiarkan di peringkat grup; Vietnam pada 2004 & 2012, adapun Malaysia di dalam 1998 & 2008.

Dalam tujuh keikutsertaannya, Vietnam dan Malaysia tersimpan juga sama-sama sempat satu kesempatan juara, satu kali jadi runner-up, 4 kali terlaksana semifinalis ataupun finis ke-3, juga 1 kali di stan jabatan 4.

Dengan bersambungan Vietnam juara pada tahun 2008, finis ke 2 di dalam 1998, oleh sebab itu semifinalis tahun 1996, 2002, 2007, 2010, & finis keempat tahun 2000.

Selama itu Malaysia berjaya tahun 2010, jadi runner-up tahun 1996, oleh karena itu semifinalis 2000, 2004, 2007, 2012, serta menembus kondisi 4 tahun 2002.

Walhasil pertemuan kali ini, setidaknya dalam sementara, akan memproduksi Vietnam serta Malaysia tak lagi miliki ulasan serupa; 1 pemain dipastikan menanjak ke final, entah dalam terlaksana juara atau pun finis ke-2, sedangkan kru yang lain akan telantar dalam semifinal.

Tetapi demikian, tidak mudah menerka hasil pertandingan pada Shah Alam Stadium, Minggu (7/12/2014), dan dalam My Dinh National Stadium, Kamis (11/12), tersebut. Laman formal turnamen menyatakan kalau duel Vietnam & Malaysia pada Piala AFF punya kecenderungan melintas liat

Dalam arena tersebut pertemuan mula-mula ke 2 pasukan berlangsung di peringkat grup 1998. Kala itu Vietnam unggul 1-0 untuk Malaysia. Gol tunggal dibikin Nguyen Hong Son tatkala pertengkaran melintas lima menit menganeksasi sesi ke 2.

Pertemuan berikutnya tercipta dalam gelanggang tahun 2000, balik pada fase grup. Kali tersebut gak ada gol yg lahir di dalam skor 0-0. Namun, dalam turnamen yang sama Vietnam oleh Malaysia lalu kembali bertembung dalam pihak pertentangan posisi tiga. Gol-gol daripada Rosdi Talib juga Rusdi Suparman (dua gol) membuat Malaysia berhasil 3-0.

2 tahun berselang, kubu perkelahian teritori ke 3 balik mengetengahkan partai antara Vietnam oposisi Malaysia. Kesempatan tersebut Vietnam melaksanakan revans dengan kemenangan 2-1 kepada Malaysia.

Enam tahun dan lalu, untuk turnamen tahun 2008, Vietnam & Malaysia berjumpa lagi pada duel kedua kedudukan grup. Tatkala tersebut Vietnam, yg sedang amat butuh keunggulan untuk mengayomi kans lolos karena kalah pada perkelahian pertama, menggapai keunggulan 3-2 bagi Malaysia dengan gol penentu kemenangan baru lahir empat menit sebelum bubaran. Tahun tersebut Vietnam pula sanggup terus melaju bagi jadi juara.

Dalam gelaran tahun 2010 revans ganti dijalani Malaysia ketika berjumpa dengan Vietnam, momen itu guna periode perdana, di ronde semifinal. Selaku juara bertahan Vietnam tentu diunggulkan, namun demikian kemenangan 2-0 di Kuala Lumpur gara-gara sepasang gol Safee Sali ditambah dengan skor 0-0 di leg ke-2 berjaya menciptakan Malaysia terbang pada final–dan lantas jadi kampiun.

Lewat situsnya, Spiegel menulis komentar keras terhadap Borussia Dortmund. Perangkat terkemuka Jerman tersebut menyebut, Dortmund main sebagaimana skuad yg bakal degradasi.test1

Di lain tempo, Sporting Director Dortmund, Michael Zorc, menyebut bahwa prosesi Dortmund pada sejumlah minggu terakhir seperti Lindenstraße. Apa yang dimaksud Zorc dgn Lindenstraße merupakan 1 buah opera sabun yang di Jerman sana adalah satu diantara acara terkemuka di televisi.

Layaknya opera sabun yang melodramatis serta adakalanya sulit, Dortmund dihadapkan pada situasi serupa. Dari 13 pertandingan terakhir, kru besutan Juergen Klopp itu sudah kalah 8 kali, cukup untuk memproduksi mereka turun pada pangkal klasemen.

“Ini sebagaimana Lindenstraße yang tayang setiap pekan. Kami kesempatan ini berjuang buat menjauhi degradasi. Di dalam beberapa pekan terakhir, kami pernah menghitung jarak dengan tim-tim papan atas, tapi itu sudah usai hari ini, ” ujar Zorc pada sbobet bet.

Beberapa orang bisa jadi kehabisan tutur kata juga gugup sendiri mencari apa yg khilaf dgn Dortmund. Faktornya tersedia banyak. Spiegel mengatakan, pada perkelahian mengelakkan Eintracht Frankfurt rampung minggu kemarin –di mana Dortmund kalah 0-2–, Dortmund terlalu banyak kehilangan bola tempo sedang menerobos.

Imbasnya, momentum yg terdapat utk menyusun gempuran justru lenyap. Momentum itu kemudian beringsut pada Eintracht yang memanfaatkannya dengan baik via dua serangan balik mematikan. Dortmund, yg kebanyakan benar menawan untuk melaksanakan serangan balik segera, lebih lagi dipukul 2 kali sama Eintracht lewat cara yg serupa.

Siasat Gegenpressing (counter pressing) Klopp tidak lagi bekerja dengan baik. Untuk praktiknya, Gegenpressing cuma berproses tatkala seluruh tim bergerak sejajar satu-kesatuan lekas saat kehilangan bola serta mengerjakan pressing. Tetapi, enggak demikian yang tercipta di ke-2 gol Eintracht

Di gol mula-mula Eintracht yg dicetak Alexander Meier, kelompok penjagaan Dortmund menyangka perangkap offside mereka bekerja. Namun,, tak demikian. Efek pressing ketat ini, strip penjagaan mereka tembus menjulung. Imbasnya, ketika tim pertahanan Dortmund tidak berhasil mengantisipasi sasaran lawan yang dilepaskan daripada tengah, celakalah gawang mereka.

Sementara di gol ke 2 Eintracht, yg dicetak sama Haris Seferovic, individual error mengambil keterlibatan. Kiper Dortmund, Roman Weidenfeller, maju guna menghalau bola ketika bek Dortmund, Matthias Ginter, masih siap mengejar dalam menguasainya. Imbasnya, bola yang dioper Ginter dgn kepala malah melewati Weidenfeller juga Seferovic dgn leluasa menceploskan bola ke gawang yg kosong.

Individual error atas bek-bek Dortmund terkabul sejumlah kali di pertentangan tersebut. Dalam posisi tertinggal 0-1, Neven Subotic dkk. kerap berbuat salah passing di wilayah pertahanan sendiri. Imbasnya, Eintracht sempat sejumlah kali mendapatkan kesempatan.

Di depan, Dortmund pula tumpul. Mereka miliki 10 attempts sepanjang duel di mana 6 di antaranya tepat sasaran, namun tidak terdapat satu kendati yang berujung memerankan gol. Sebaliknya, Eintracht cuma punya 3 attempts on target & dua di antaranya berujung menjadi gol. Buruknya penyelesaian akhir Dortmund nggak cuma terjadi pada satu pertarungan saja.

Kala menahan Borussia Moenchengladbach sejumlah pekan lalu, Dortmund memiliki 22 attempts dgn 6 di antaranya tepat incaran. Sementara Gladbach nihil (1 attempt, 0 on target). Ujung-ujungnya Dortmund menang dgn jalan yg eksentrik – melalui gol bunuh diri Christoph Kramer.

Di catatan situs sah Dortmund, mereka memiliki 85 peluang guna mencetak gol musim ini ataupun rata-rata 6, 5 peluang dari laga. Hanya 3 kesempatan, yakni tatkala menghadang Schalke 04, HSV, & Bayern Munich, mencetak peluang makin sedikit.